OTORITAS Thailand mengatakan seorang pria berusia 75 tahun dari Oman dikonfirmasi positif terjangkit sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS), Kamis (18/6). Kasus di 'Negeri Gajah Putih' tersebut menjadi kasus MERS pertama di kawasan Asia Tenggara.
Dengan penemuan kasus baru MERS, Thailand melakukan sejumlah langkah antisipatif. Pasalnya, Thailand telah menjadi negara tujuan wisata medis dan banyak diminati pasien dari kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, ada 20 pasien yang diduga terjangkit virus MERS, tetapi setelah dilakukan uji laboratorium, hasilnya negatif.
"(Orang yang positif MERS) berasal dari negara Timur Tengah. Hasil (tes) mengonfirmasi bahwa dia telah terjangkit virus MERS," kata Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Rajata Rajatanavin, kemarin.
Terkait dengan kasus baru MERS, Rajata menjelaskan bahwa pria yang positif terinfeksi virus MERS itu baru tiba di Thailand bersama dengan keluarganya tiga hari lalu.
Kepada para wartawan, juru bicara pemerintah Thailand mengatakan pasien MERS itu berasal dari Oman. Dia datang berobat ke sebuah rumah sakit swasta di pusat Kota Bangkok untuk pengobatan masalah jantung. Ia tercatat terbang ke Thailand dengan menggunakan jasa maskapai Oman Air.
Namun, Rajata menolak menyebut nama rumah sakit yang menjadi tempat perawatan pria asal Oman tersebut. Dia hanya menegaskan bahwa pasien itu telah di tempatkan ke dalam karantina di sebuah lembaga penyakit menular di Bangkok, Kamis (19/6).
Setelah tes untuk MERS dilakukan, pasien itu pindahkan ke Bamrasnaradura Infectious Diseases Institute di Provinsi Nonthaburi di pinggiran Bangkok, Kamis (18/6) pagi.
Untuk mengatisipasi agar penyebaran virus MERS tidak meluas, aparat berwenang tengah mengindetifikasi sejumlah orang yang berada di pesawat yang sama dengan pria Oman tersebut.
Tak hanya itu, petugas medis juga mencari sejumlah orang yang pernah kontak dengan pasien MERS itu selama berada di Bangkok.
"Kami yakin bahwa kami dapat mengontrol wabah," kata juru bicara pemerintah, Mayor Jenderal Sunsern Kaewkamnerd dalam sebuah pernyataan. Dia menegaskan bahwa langkah pengendalian penyakit telah berjalan sesuai harapan, termasuk memantau kesehatan tiga anggota keluarga pria Oman itu. Manajemen bencana Di sisi lain, virus MERS dilaporkan kembali merenggut nyawa di Korsel. Para pejabat mengumumkan kematian baru akibat wabah MERS, kemarin, sehingga total korban yang tewas menjadi 24 orang.
Kementerian Kesehatan Korsel mengatakan pasien terbaru yang meninggal berusia 70-an tahun. Kementerian Korsel juga melaporkan kasus baru MERS sehingga jumlah orang yang terinfeksi menjadi 166 orang.
Namun, sebanyak 30 pasien MERS telah pulih dan sebanyak 112 pasien lainnya masih menjalani pengobatan.
Jumlah orang yang dikarantina di negara itu turun menjadi 5.930 orang dengan perincian 5.161 orang di bawah pengawasan di rumah masing-masing dan 769 lainnya dikarantina di fasilitas khusus. (AFP/CNN/BBC/I-3)