Korban Meninggal MERS Menjadi 23 Orang

MI
19/6/2015 00:00
Korban Meninggal MERS Menjadi 23 Orang
(AP/HONG HAE-IN)
KOREA Selatan (Korsel), kemarin, melaporkan tiga korban meninggal baru akibat Middle East respiratory syndrome (MERS). Akibat hal itu, jumlah korban meninggal di Korsel bertambah menjadi 23 orang dengan total terinfeksi mencapai 165 orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kondisi itu menjadi peringatan bagi pemerintah Korsel. Menurut WHO, kurangnya perhatian perihal virus di kalangan pekerja publik menjadi faktor utama cepatnya penyebaran virus MERS.

Pasien MERS selama ini ditempatkan di ruang gawat darurat yang penuh sesak dalam jangka waktu yang lama. Dokter yang mengunjungi beberapa rumah sakit juga menjadi faktor lainnya.

"Selain itu, budaya para penjenguk yang menginap bersama pengidap MERS di ruang inap juga memengaruhi," ungkap WHO dalam pertemuan Komite Darurat di Jenewa. Beberapa ahli di Korsel bahkan mengkritik respons pemerintah yang dianggap lamban.

"Ada keraguan apakah karantina dan pemantauan sudah dilakukan ke ribuan orang yang telah diisolasi," kata Wakil Presiden Asosiasi Medis Korea Kang Cheong-hee.

Kementerian Kesehatan Korsel mengatakan sebanyak 35% kasus MERS melibatkan kerabat dekat yang menjenguk pasien atau memberikan perawatan. Adapun 18% lainnya karena alasan medis. (AFP/Aya/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya