SEMBILAN orang dilaporkan tewas dan beberapa orang mengalami luka-luka setelah seorang pria kulit putih melepaskan tembakan ke sebuah gereja di Charleston, South Carolina, Amerika Serikat (AS), Rabu (17/6) pukul 21.00 waktu setempat.
Media lokal Charleston menyebutkan delapan korban tewas di tempat dan satu korban lainnya tewas setelah dilarikan ke rumah sakit. Menurut laporan, Clementa Pinckney, seorang pastor yang juga senator wilayah setempat pun ikut tewas dalam tragedi penembakan tersebut.
Penembakan itu terjadi di Gereja Emanuel African Methodist Episcopal, saat masyarakat setempat yang kebanyakan warga kulit hitam melakukan pertemuan dan berdoa di salah satu rumah ibadah yang memiliki jemaat kulit hitam tertua dan terbesar di AS itu.
Pihak kepolisian setempat mengatakan telah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan saat ini masih terus melakukan pencarian. "Tersangka penembak ialah seorang pria kulit putih, dengan wajah tercukur bersih, berusia 20 tahunan," jelasnya
"Pelaku memiliki postur ramping. Dia mengenakan kaus abu-abu bertudung, celana jeans biru, dan sepatu bot," tambah pihak polisi yang tengah memburu pelaku penyerangan.
Seorang perempuan yang merupakan salah satu korban selamat mengatakan pria bersenjata tersebut awalnya duduk di dalam gereja sebelum melepaskan tembakan.
Perempuan itu menambahkan sang penembak membiarkannya melarikan diri agar ia bisa menceritakan kepada dunia apa yang telah terjadi.
Wali Kota Charleston, Joseph Riley, mengatakan hal itu merupakan tragedi yang sangat mengerikan. "Orang-orang sedang beribadah. Kemudian ada seorang yang datang dan menembaki mereka. Itu merupakan hal yang tidak mampu saya pahami," ujar Riley.
"Satu-satunya alasan seseorang masuk ke gereja dan menembaki orang-orang yang sedang berdoa ialah kebencian," lanjutnya. "Ini merupakan tindakan yang paling pengecut yang saya bayangkan."
Gereja Emanuel yang didirikan pada abad ke-19 merupakan salah satu gereja tertua di AS. Salah seorang pendirinya ialah Denmark Vesey, yang dikenal sebagai pemimpin pemberontakan budak pada 1822.
Terkait dengan tragedi penembakan tersebut, kandidat calon presiden dari Partai Republik Jeb Bush membatalkan kampanyenya di Charleston, AS, yang akan diselenggarakan pada Kamis (18/6).
Sementara itu, kandidat dari Partai Demokrat Hillary Clinton turut mengungkapkan belasungkawa. 'Ini kabar yang sangat memilukan dari Charleston. Kami turut berduka cita untuk para korban', tulis Clinton. (AFP/AP/Pra/I-3)