Ratusan Orang masih Hilang

(AFP/AP/Ihs/I-1)
20/5/2016 05:00
Ratusan Orang masih Hilang
(AFP PHOTO / STR)

RATUSAN orang diperkirakan masih tertimbun longsoran tanah dalam musibah yang terjadi di Sri Lanka, Selasa (17/5). Kamis (19/5), tentara kembali menemukan tujuh korban tewas dari tumpukan lumpur. Dengan demikian, jumlah korban tewas yang ditemukan hingga saat ini sebanyak 24 orang, sedangkan ratusan lainnya dilaporkan hilang. Hingga kini, pihak kepolisian dan tentara masih terus melakukan pencarian. Tujuh korban tewas kemarin ditemukan di Desa Bulathkohupitiya, sebuah desa kebun teh di Distrik Kegalle, yang terletak 100 kilometer dari ibu kota Sri Lanka. Pihak kepolisian mengatakan sulit menemukan korban selamat akibat hujan deras yang menyeret berbagai material dari pegunungan.

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena meminta pihak otoritas mempercepat operasi penyelamatan dan pemulihan setelah mengunjungi daerah bencana pada Rabu (18/5) lalu. Banjir bandang yang mengakibatkan tanah longsor menyapu tiga desa di Sri Lanka, yakni Siripura, Elangapitiya, dan Pallebage. Palang Merah setempat mengatakan sekitar 200 orang belum ditemukan akibat bencana tersebut. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk menggali timbunan lumpur. "Kami tidak menemukan sisa bangunan di sini, semuanya lenyap. Saya ragu menemukan korban selamat," kata Mayor Jenderal Sudantha Ranasinga yang memimpin pencarian di Desa Elangapitiya. Di dekat desa itu yang berada di pegunungan, sejumlah tentara mengangkat beberapa jasad dan menempatkan mereka di sebuah sekolah yang dijadikan tempat penampungan sementara.

Seorang petani bernama Hewapelige Lal termasuk salah seorang yang keluarganya menjadi korban musibah itu. Sejauh ini, dari 19 anggota keluarganya yang hilang, baru jasad seorang sepupunya yang ditemukan. Saat musibah terjadi, Lal dan istrinya sedang mencari buah-buahan untuk anak mereka. Namun, di tengah jalan, istrinya memutuskan kembali ke rumah. "Itulah terakhir kali saya melihatnya," ujarnya sedih. Begitu mendengar terjadi tanah longsor, Lal bergegas pulang.

Namun, sesampainya di sana, rumah dia dan bangunan lain di sekitarnya sudah rata dengan timbunan lumpur. "Saya cuma bisa berteriak histeris," ujarnya sembari menutup muka. Di Desa Elangapitiya, sedikitnya 14 jasad ditemukan, sedangkan sekitar 130 warga lainnya belum ditemukan. Menurut pihak Palang Merah, bisa saja sebagian warga telah mengungsi sebelum musibah terjadi mengingat hujan deras yang turun selama sepekan terakhir, membuat mereka khawatir. Namun, menurut otoritas setempat, bisa jadi mereka menjadi korban dalam bencana tanah longsor itu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya