Mers kembali Makan Korban Jiwa

MI
17/6/2015 00:00
Mers kembali Makan Korban Jiwa
(AFP/JUNG YEON-JE)
PEMERINTAH Korea Selatan (Korsel), Selasa (16/6), mengumumkan ada tiga korban jiwa baru akibat wabah Middle East respiratory syndrome (MERS). Kendati demikian, otoritas kesehatan Korsel optimistis puncak wabah MERS sudah berakhir seiring dengan menurunnya temuan kasus baru.

Selain korban jiwa, empat kasus baru dikonfirmasi pemerintah Korsel. Dengan demikian, total jumlah kasus MERS menjadi 154 kasus dengan 19 korban jiwa.

Kementerian Kesehatan Korsel menjelaskan, dari 154 orang yang terjangkit MERS, 17 orang di antaranya sembuh dan telah meninggalkan rumah sakit.

Jumlah kasus baru secara bertahap turun. Pada Jumat (12/6), jumlah kasus baru mencapai 12 orang. Namun, kemarin, kasus baru yang terkonfirmasi hanya empat kasus.

Penurunan tersebut menimbulkan harapan bahwa penyebaran wabah mulai berkurang.

"Yang terpenting saat ini ialah fakta bahwa jumlah kasus baru telah turun selama beberapa hari terakhir. Kasus baru diprediksi akan terjadi secara sporadis, tapi kami melihat kasus baru tidak akan terjadi pada kelompok," kata seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan Korsel.

Dari 118 orang yang terjangkit MERS dan dirawat, 16 di antaranya dalam kondisi tidak stabil.

Di sisi lain, sebagian besar korban MERS sudah punya masalah kesehatan sebelum positif terjangkit penyakit gangguan pernapasan yang berasal dari Timur Tengah tersebut.

Seorang pria berusia 49 tahun merupakan korban termuda yang meninggal akibat wabah MERS. Pria itu diketahui menderita sirosis hati dan diabetes.

Jerman

Di Jerman, seorang pria berusia 65 tahun meninggal akibat komplikasi dari infeksi MERS awal bulan ini.

Pria tersebut diduga terjangkit penyakit itu saat melakukan perjalanan ke Semenanjung Arab pada Februari lalu. Pria itu meninggal di Kota Ostercappeln pada 6 Juni silam.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah Ostercappeln Cornelia Rundt memerintahkan tindakan pencegahan setelah ada yang terjangkit.

Rundt menunjuk penyebaran MERS di Korsel sebagai salah satu pelajaran sekaligus perungatan berharga.

"Belajar dari Korea Selatan, manajemen terkoordinasi untuk menangani kasus MERS benar-benar penting," kata Rundt.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga kini belum ada vaksin untuk MERS. Wabah itu diketahui memiliki angka kematian hingga 35% dari jumlah kasus yang terkonfirmasi.

Secara global, sekitar 1.200 orang telah terinfeksi MERS. Sekitar 450 orang di antara mereka tewas sejak virus tersebut pertama kali muncul pada 2012. (AFP/Fox/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya