Koalisi Oposisi Malaysia Bubarkan Diri

MI
17/6/2015 00:00
Koalisi Oposisi Malaysia Bubarkan Diri
(Antara)
KOALISI partai oposisi Malaysia, Pakatan Rakyat, yang dibentuk untuk menggeser rezim pemerintahan membubarkan diri, kemarin. Pembubaran tersebut dilakukan setelah menerima keputusan muktamar dari Partai Islam se-Malaysia (PAS).

Partai Aksi Demokratik (DAP) mengumumkan pembubaran Pakatan Rakyat setelah PAS menyetujui pemutusan hubungan dengan DAP. Dengan demikian, koalisi partai oposisi, Pakatan Rakyat, tidak ada lagi.

"Oleh karena Pakatan Rakyat dibentuk berdasarkan mufakat tiga partai, DAP, PAS, dan Partai Keadilan Rakyat (PKR), serta terikat dengan kerangka kebijakan bersama, usul muktamar PAS secara efektif telah mengakhiri Pakatan Rakyat," ujar ketua DAP Lim Guan Eng.

Lim Guan Eng mengatakan partainya tidak bisa lagi bekerja sama dengan Partai Islam Pan-Malaysia (PAS) dengan alasan partainya tidak sejalan dengan kebijakan hukum Islam yang ingin diterapkan PAS. "Karena itu, Pakatan Rakyat tidak lagi ada," lanjut Lim.

Selain itu, Lim menilai Presiden PAS Datuk Seri Abdul Hadi Awang tidak lagi mematuhi keputusan-keputusan yang diambil dewan pimpinan Pakatan Rakyat sejak tahun lalu. "Kondisi itu menyebabkan koalisi hampir lumpuh," imbuh Lim.

"Hal itu diperparah dengan kesediaan Hadi untuk membentuk pemerintah persatuan dengan partai penguasa United Malays National Organisation (UMNO) serta mendukung kepemimpinan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak," papar Lim.

Lim mengatakan pada awalnya pendirian koalsi Pakatan Rakyat bertujuan mendukung prinsip mufakat dan kepercayaan bersama demi membawa era baru politik yang transparan dan bertanggung jawab.

Pakatan Rakyat, yang merupakan gabungan dari partai-partai oposisi di Malaysia, dibentuk pada 1 April 2008. Pada 2013, Pakatan Rakyat memenangi 52% suara. Mereka mendapatkan simpati masyarakat Malaysia yang merasa tidak puas dengan pemerintahan yang dikuasai partai UMNO yang dinilai banyak terlibat skandal korupsi. (AFP/MalaysiaKini/Pra/I-3 )



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya