KELOMPOK pemberontak terbesar di Filipina, Front Pembebasan Islam Moro (MILF), telah memberhentikan 150 anggotanya dan menyerahkan lebih dari 75 senjata kepada sebuah badan perdamaian independen yang ditengahi Turki, kemarin.
Tindakan tersebut dilakukan sebagai dorongan kepada parlemen Filipina untuk mengesahkan rancangan undang-undang yang telah diusulkan sebelumnya. Rancangan undang-undang itu berisi pemberian otonomi khusus kepada kelompok minoritas muslim. Dalam acara penyerahan senjata, Presiden Filipina Benigno Aquino turut hadir di markas MILF. Proses tersebut merupakan aksi konkret pertama MILF untuk mengakhiri pemberontakan yang telah berlangsung selama empat dekade dan menewaskan lebih dari 100 ribu orang.
Aquino dan petinggi MILF mengatakan peristiwa simbolis itu bertujuan mendorong parlemen mengesahkan rancangan undang-undang terbaru. Rancangan undang-undang itu akan memberikan kekuasaan otonom kepada MILF.
"Ini salah satu keputusan tersulit yang kami ambil sejauh ini setelah lebih dari 40 tahun berjuang," tutur negosiator MILF, Mohaqher Iqbal. "Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa MILF selalu memenuhi kewajibannya untuk membuat kesepakatan," tambahnya.
Aquino, yang siap menga-khiri kepemimpinannya dalam setahun ke depan, ingin agar rancangan undang-undang segera disahkan. "Mari tunjukkan kepada mereka bahwa kami layak dipercaya," ucapnya.
Namun Aquino masih mengkhawatirkan presiden Filipina penggantinya tidak melanjutkan kebijakan tersebut.
Kesepakatan perdamaian antara MILF dan pemerintah Filipina menyatakan 30% personel dan persenjataan MILF akan dinonaktifkan setelah parlemen mengesahkan rancangan undang-undang yang memberikan kewenangan minoritas muslim membentuk pemerintahan sendiri di wilayah selatan Filipina.
Senjata-senjata tersebut kemudian akan disimpan di daerah aman yang diatur badan perdamaian independen. Sebanyak 35% personel dan senjata MILF lainnya akan dinonaktifkan lagi setelah rancangan undang-undang disahkan. Sisanya akan dilakukan setelah pemerintah otonomi muslim dibentuk pada Mei tahun depan.
Sementara itu, anggota pasukan MILF yang dinonaktifkan akan kembali menjadi warga sipil. Mantan anggota pasukan MILF itu juga akan menerima bantuan dari pemerintah. (AFP/Pra/I-3)