Mursi kembali Divonis Seumur Hidup

MI
17/6/2015 00:00
Mursi kembali Divonis Seumur Hidup
(AFP/KHALED DESOUKI)
PENGADILAN Mesir menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup pada mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi, kemarin.

Mursi dianggap terbukti melakukan kegiatan mata-mata untuk kelompok Hamas Palestina, kelompok militan Libanon Hezbullah, dan Iran.

Di Mesir, hukuman seumur hidup ialah 25 tahun penjara. Namun, terhadap vonis peng-adilan tersebut masih bisa dilakukan banding.

Militer menggulingkan Mursi, presiden pertama yang terpilih secara demokratis di Mesir, pada Juli 2013 setelah terjadi protes massa.

Sebelumnya, Mursi sudah dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan menghasut kekerasan terhadap demonstran pada 2012 saat masih menjadi presiden.

Pengadilan juga menjatuhi hukuman mati pada 16 terdakwa lainnya atas tuduhan memberikan dokumen rahasia ke luar negeri pada 2005 hingga 2013.

Dari 16 terdakwa yang dihukum mati, hanya tiga yang sudah ditahan, termasuk penyandang dana Ikhwanul Muslimin (IM) Khairat al-Shater.

Bersamaan dengan vonis Mursi, pengadilan juga meng-hukum penasihat spiritual IM, Mohamed Badie, dan 15 orang lainnya dengan penjara seumur hidup.

Adapun tiga terdakwa lainnya, termasuk seorang pembantu senior presiden, dihukum tujuh tahun penjara. Total ada 35 terdakwa yang dihukum atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata untuk IM dan Hamas dari 2005 sampai Agustus 2013.

Kegiatan spionase itu dilakukan dengan tujuan melakukan serangan teror di Mesir serta menyebarkan kekacauan dan melakukan penggulingan.

Pengadilan masih harus memutuskan apakah akan terus mengadili Mursi atau menjatuhkan hukuman terhadap Mursi dan 100 pendukungnya.

Sejak penggulingan, pemerintah Mesir telah menindak para pendukung Mursi. Menurut Human Rights Watch, setidaknya 1.400 orang tewas dan lebih dari 40 ribu pendukung Mursi ditahan.

Ratusan pendukung Mursi juga telah dijatuhi hukuman mati di pengadilan massal. Tindakan kekerasan juga telah meluas ke kelompok sekuler dan aktivis sayap kiri yang memelopori pemberontakan terhadap Mubarak pada 2011. (AFP/Fox/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya