Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Brasil Dilma Rousseff, Kamis (12/5), akhirnya resmi dimakzulkan. Posisinya kini digantikan sementara oleh wakilnya, Michel Temer. Namun demikian, pergantian kekuasaan diragukan dapat menyelesaikan krisis di negeri itu.
D bawah kepemimpinan Luiz Inacio Lula da Silva yang kemudian dilanjutkan Rousseff, perekonomian Brasil cukup bagus. Lewat program sosial, mereka mampu memangkas jumlah orang miskin. Namun, resesi terjadi, saat Roussef menerapkan kebijakan stimulus yang banyak memakan anggaran serta kenaikan pajak dan suku bunga acuan. Kebijakan Rousseff ini menurunkan popularitasnya.
"Saya kira masalahnya masih sama. Gerakan sosial akan meledak di jalanan. Tugas Temer tidak akan mudah," ujar Debora Messenberg, pakar dari University of Brasilia.
Proses pemakzulan Rousseff sendiri berjalan alot. Dalam sidang yang digelar maraton hingga 22 jam, senat akhirnya menentukan lewat voting. Dari 81 anggota, hasilnya 55 orang mendukung pemakzulan, 22 menolak, sedangkan 4 sisanya abstain.
Rousseff dimakzulkan dengan tuduhan memanipulasi anggaran. Dia juga dicurigai terlibat skandal megakorupsi di perusahaan minyak negara, Petrobras. Keterlibatannya diduga berlangsung sejak ia menjabat dewan direktur perusahaan tersebut (2003-2010).
Kendati tudingan itu belum terbukti kebenarannya, pihak oposisi mendesak Presiden yang didukung Partai Pekerja itu mundur melalui prosedur di parlemen.
Kini, dengan adanya keputusan senat, Rousseff yang merupakan Presiden perempuan pertama di Brasil, untuk sementara (enam bulan) harus turun dari singgasananya. Hal ini untuk memberi kesempatan kepada dia membuktikan tudingan-tudingan tersebut.
Rousseff menyebut pendongkelan dirinya sebagai kudeta dan dia berjanji bakal melawan di persidangan. Kamis, media massa setempat mewartakan, ribuan pendukung Rousseff berkumpul di depan istana untuk memberi dukungan.
Ketua Senat Renan Calheiros mengatakan meski diberhentikan sementara, Rousseff masih berhak mendapat berbagai fasilitas termasuk pengawalan serta gaji. Kini, senat memberi kesempatan 180 hari kepada para penegak hukum untuk membuktikan kesalahan Rousseff agar bisa mendepaknya secara permanen dari kursi Presiden.
Dengan vakumnya Rousseff, kini tugas kepresidenan diambil alih Temer, wakil Rousseff. Politikus yang berasal dari Partai Tengah Kanan, PMDB, itu langsung mengumumkan program yang akan menjadi prioritasnya, yakni mengatasi resesi ekonomi yang memburuk dalam satu dekade terakhir.
Bukan hanya ekonomi, pemakzulan Rousseff juga mencerminkan krisis politik yang terjadi di negeri itu. Sejak era diktator militer runtuh pada 1970, ini lah kali pertama Presiden Brasil 'dilengserkan' di tengah jalan.
Senator Telmario Mota yang merupakan pendukung Rousseff mengatakan, proses hari ini lahir sebagai upaya balas dendam dan kebencian. "Hari ini kita melihat upaya mengambil alih kekuasan dengan sebutan pemakzulan," kata Mota saat pidato di senat.
Senator lain, Fatima Bezerra dari partai Rousseff, Partai Pekerja, menyebut proses itu merupakan sebuah lelucon. "Mereka yang mendukung kudeta ini tidak akan pernah dimaafkan," kata dia memperingatkan.
Krisis politik di Brasil ini diramalkan bakal berlangsung panjang. Selain membelah parlemen, kasus pemakzulan ini juga membuat warga terpecah antara pendukung Rousseff dan para penentangnya. Kamis, polisi bahkan barus menembakan gas air mata untuk membubarkan bentrokan antara pendukung Rousseff dan penentangnya.
Sulineide Rodrigues, salah seorang penentang Rousseff mengatakan meski dia menginginkan sang Presiden mundur, dia pesimistis Temer dapat berbuat banyak untuk memperbaiki keadaan. "Kami rasa dia juga tidak dapat membawa banyak perubahan." (AFP/Dio/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved