Empat ABK Sandera dalam Perjalanan Menuju Halim

Putra Ananda
12/5/2016 20:48
Empat ABK Sandera dalam Perjalanan Menuju Halim
(ANTARA)

EMPAT sandera warga negara Indonesia (WNI) yang telah berhasil dibebaskan dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina kini sedang berada dalam perjalanan pulang menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sebuah kabar menyebutkan, keempat anak buah kapal (ABK) TB Henry tersebut sudah berada dalam KRI Tarakan dan akan segera diterbangkan dengan helikopter menuju Halim.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menegaskan bahwa pembebasan keempat ABK tersebut tidak dilakukan dengan pemberian uang tebusan.

"Yang saya bisa sampaikan, seperti yang telah disampaikan Menlu (Retno Marsudi), bahwa baik pembebasan 10 WNI yang sebelumnya dan empat WNI ABK yang sekarang, pemerintah tidak ada kebijakan untuk melakukan pembayaran kepada penyandera," kata Arrmanatha di Jakarta, Kamis (12/5).

Hal tersebut ia sampaikan untuk menanggapi adanya berita bahwa pembebasan empat WNI ABK itu dilakukan dengan pemberian tebusan kepada kelompok penyandera.

Berdasarkan data Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemenlu, keempat WNI tersebut merupakan ABK tugboat bernama Kapal Henry milik perusahaan PT Global Trans-Energy.

Keempat WNI yang telah berhasil dibebaskan tersebut adalah Moch Aryani (master) asal Bekasi Timur, Jawa Barat, Loren Marinus Petrus Rumawi (chief officer) asal Sorong, Papua Barat, Dede Irfan Hilmi (second officer) asal Ciamis, Jawa Barat, dan Samsir (anak buah kapal) asal Kota Palopo, Sulawesi

Kapal keempat WNI ABK tersebut dibajak oleh kelompok bersenjata dari Filipina di perairan Zamboanga wilayah Malaysia pada 15 April 2016 lalu dan disandera di Sulu, Filipina. (Uta/Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya