Sang Penghukum Pimpin Sementara Pilpres Filipina

Yanurisa Ananta
10/5/2016 09:15
Sang Penghukum Pimpin Sementara Pilpres Filipina
(AFP/ MOHD RASFAN)

KANDIDAT presiden dari Partai Demokratik Filipina-Kekuatan Rakyat (PDP-Laban), Rodrigo Duterte, 71, unggul dalam pemilu Filipina yang berlangsung serentak di seluruh Filipina, kemarin (Senin, 9/5).

Berdasarkan hasil penghitungan sementara Social Weather Stations, Duterte memimpin raihan suara sebesar 33%. Pada 16.56 waktu setempat, saat pemungutan suara ditutup, kemarin, media lokal melaporkan Duterte meraih 1,31 juta suara atau hampir dua kali lipat raihan suara lawan.

Duterte memberikan penilaian hati-hati ketika dimintai konfirmasi oleh CNN Filipina tentang hasil awal tersebut. "Saya tidak yakin sebelum saya benar-benar di sana. Jika itu takdir saya, berada di sana (terpilih), saya menerimanya," katanya.

Rodrigo Duterte dijuluki 'the Punisher' oleh sejumlah media lokal karena dianggap cukup keras memberlakukan hukuman kepada pelaku kriminalitas.

Dalam kampanyenya, Sabtu (7/5), Duterte mengatakan jika terpilih, ia bersumpah akan mengeksekusi 100 ribu kriminalis dan membuang mereka ke Manila Bay.

"Jika saya terpilih sebagai presiden, saya akan melakukan apa yang saya lakukan sebagai wali kota. Pemadat dan yang tidak melakukan apa-apa sebaiknya pergi karena sebagai wali kota, saya akan membunuh Anda. Lupakan hukum hak asasi manusia," serunya di hadapan ribuan pendukung di pusat Manila.

Duterte dikenal kontroversial selama menjabat Wali Kota Davao selama enam periode berturut-turut. Bulan lalu mantan pengacara itu berkelakar dengan mengatakan ia seharusnya berada di urutan pertama pemerkosa Jacqueline Hamill, misionaris Australia yang diperkosa dan dibunuh di Davao.

Hamill, 36, tewas diperkosa belasan orang dan dibunuh narapidana selama di penjara pada 1989. Akibat pernyataannya itu kini Duterte dijuluki 'Trump dari Timur'.

Meski unggul sesuai dengan penghitungan suara, Duterte masih harus bersaing dengan empat kandidat lainnya. Grace Poe, 47, anggota senat lulusan ilmu politik Boston College, Massachusetts, AS, berada di posisi kedua dengan 22% suara atau 757 ribu suara. Pada posisi ketiga Menteri Dalam Negeri Mar Roxas yang didukung Presiden Aquino bertengger dengan 20% suara.

Wakil presiden saat ini, Jejomar Binay, 73, berada di posisi keempat dengan 13%. Miriam Defensor Santiago, 70, anggota parlemen senior yang sempat mencalonkan diri sebagai presiden 1992, ada di posisi buncit dengan 2%.

Sekitar 55 juta warga dari total 100 juta penduduk Filipina terdaftar dalam pilpres, pilkada, dan pemilu legislatif yang digelar serentak.

Sejak awal tahun, pemilu Filipina telah menewaskan 15 orang. Pada hari pemilu, kemarin, 10 orang tewas di beberapa titik di Filipina akibat insiden saling tembak antarpendukung kandidat presiden.

Meski demikian, otoritas mengatakan kericuhan itu tidak memengaruhi pemilu di titik lain. Insiden terjadi di 'titik-titik panas' yang telah diamankan secara ekstra.

"Ada sejumlah insiden. Namun, hal itu hanya berpengaruh sedikit terhadap penyelenggaraan," kata Colonel Noel Detoyato, juru bicara militer Filipina.(AFP/BBC/Aya/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya