RI-Tiongkok Perkuat Kerja Sama dalam Pencegahan Narkoba

Antara
09/5/2016 23:59
RI-Tiongkok Perkuat Kerja Sama dalam Pencegahan Narkoba
(MI/Susanto)

REPUBLIK Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok memperkuat kerja sama pertukaran informasi untuk mencegah penyelundupan dan memberantas peredaran narkoba.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso di Jakarta, Senin (9/5), menuturkan, kerja sama melalui nota kesepahaman itu akan mencegah masuknya jenis-jenis narkoba dari Tiongkok. "Jadi itu pencegahan, sehingga barang tersebut tidak perlu masuk ke Indonesia," kata Budi di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Menurut Budi, dengan kerja sama itu intelijen Tiongkok akan senantiasa memberikan masukan-masukan BNN tentang pengiriman narkoba yang arahnya ke Indonesia. Melalui penguatan ini, BNN berharap jaringan narkoba yang berasal dari Indonesia sampai Tiongkok bisa diketahui kedua belah pihak. "Komitmen ini dalam rangka penindakan pencegahan masalah narkoba," kata dia.

Jika ada jaringan narkoba dari Tiongkok yang memasarkan barangnya ke Indonesia, pihak Tiongkok pun akan menginformasikan kepada Indonesia, begitu pula sebaliknya. "Kami hanya memberi informasi soal jaringan yang terlibat di sana. Komitmennya akan mereka tindaklanjuti. Akan ada tindak lanjut dari kerja sama ini, realisasinya seperti apa. Ini kan baru secara umum," tegas dia.

Meski tidak menyebut detailnya, Budi mengakui bahwa peredaran narkoba dari Tiongkok ke Indonesia cukup banyak terutama melalui jalur laut. Sulitnya, narkoba yang menuju ke Indonesia itu kadang terpecah lagi ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

"Belum lagi yang ke Indonesia ada yang masuk ke beberapa bagian seperti lewat Aceh, Medan, Riau, Kalimantan, dan lain-lain. "Sekarang bagaimana mereka (Tiongkok) mengatasi itu sehingga nggak keluar dan disalahgunakan di pasar bebas," kata Budi. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya