Aksi Penembakan Warnai Pemilu Filipina

09/5/2016 14:57
Aksi Penembakan Warnai Pemilu Filipina
(AFP/MARK NAVALES)

PEMILIHAN umum presiden Filipina, Senin (9/5) diwarnai insiden penembakan. Tujuh orang ditembak sekelompok orang tak dikenal di Kota Philippines , Provinsi Cavite, sebelah selatan ibu kota Filipina, Manila.

Sampai saat ini polisi masih menyelidiki apakah penembakan itu berkaitan dengan pemilu. Namun, seperti dilaporkan sejumlah media lokal, wilayah itu dianggap sebagai kawasan yang menjadi kekhawatiran mengingat adanya rivalitas politik.

Ketujuh orang yang ditembak merupakan pedagang kaki lima yang dipaksa turun dari mobil minibus mereka oleh sekelompok orang bersenjata senapan serbu. Orang-orang itu kemudian melepaskan tembakan ke arah para pedagang.

Insiden penembakan tersebut hanya berjarak dua hari setelah seorang kandidat wali kota ditembak mati. Armando Ceballos, sang korban penembakan, bersaing memperebutkan kursi wali kota Lantapan, sebuah kota berjarak 840 kilometer sebelah selatan Manila. Pesaingnya adalah wakil wali kota petahana.

Kepolisian Filipina mencatat ada sebanyak 14 korban meninggal dunia dalam 26 insiden yang berkaitan dengan pemilu dalam kurun 10 Januari hingga 5 Mei lalu.

Sementara itu, di Manila, pemungutan suara berlangsung lancar. Para pemilih datang bersama keluarga dan tetangga mereka ke tempat pemungutan suara.

Di Distrik Tondo, Kota Manila, kerumunan orang datang dan pergi di sebuah sekolah dasar yang diubah menjadi tempat pemungutan suara.

Di samping memilih presiden, rakyat Filipina juga memilih wakil presiden, senator, dan sekitar 18.000 pemimpin daerah. Pemilu ini diikuti lebih dari 54 juta orang di negara yang terdiri dari 7.000 pulau. (BBC/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya