Mendiang Prince Diduga Kecanduan Obat Penghilang Sakit

Antara
04/5/2016 22:47
Mendiang Prince Diduga Kecanduan Obat Penghilang Sakit
(AFP)

JENAZAH bintang musik Prince ditemukan satu hari sebelum ia dijadwalkan bertemu seorang dokter yang akan membantunya mengatasi kecanduan obat penghilang rasa sakit (painkiller), kata laporan Minneapolis Star Tribune, yang mengutip pernyataan pengacara dokter tersebut.

Dokter yang disebut, Howard Kornfeld, tinggal California dan dalam laporan itu digambarkan sebagai seorang pihak yang berwenang menyangkut pengobatan kencanduan obat-obatan penghilang rasa sakit.

Kornfeld dikontak oleh perwakilan Prince pada 20 April karena sang musikus 'sedang menghadapi keadaan darurat medis yang parah', menurut laporan Star Tribune dengan mengutip William Mauzy, pengacara asal Minneapolis yang disebut Tribune sedang bekerja sama dengan keluarga Kornfeld.

Kornfeld yang mengelola Recovery Without Walls, klinik pengobatan berjalan di Mill Valley, California, tidak dapat bertemu Prince pada hari berikutnya, yaitu ketika Prince dinyatakan meninggal dunia pada usia 57 tahun.

Prince ditemukan tidak bernyawa di kompleks rumah sekaligus studionya yang dinamai Paisley Park, berlokasi di sebuah daerah pinggiran Minneapolis, kata koran tersebut.

Kornfeld sebelumnya berencana untuk terbang pada hari berikutnya, dalam laporan Tribune. Namun, putra Kornfeld, Andrew Kornfeld, tiba di Paisley Park pada 21 April pagi hari dan menjadi salah satu dari tiga orang yang berada di tempat Prince ditemukan di sebuah lift. Ia kemudian menghubungi nomor panggilan darurat, 911.

Dokter maupun pengacara tidak memberikan tanggapan terhadap permintaan Reuters untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

Sempat ada harapan bahwa Prince mau berangkat ke California guna menjalani perawatan. Misi itu sendiri akan termasuk layanan perawatan sepanjang hari. Penyebab kematian Prince masih belum dipastikan dan hasil autopsi kemungkinan baru muncul berminggu-minggu kemudian.

Resep pengobatan penghilang rasa sakit ditemukan atas nama Prince, kata laporan media, yang mengutip sumber-sumber di pihak berwenang. Polisi telah mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda aksi bunuh diri ataupun trauma dalam kasus kematian Prince. (Ant/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya