Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYUSUL tantangan insiden penyanderaan 14 warga negara Indonesia (WNI) di area Filipina, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi mengajak Filipina dan Malaysia melakukan negosiasi batas wilayah perairan ketiga negara. Sehingga perlu adanya pembentukan tim teknis penetapan batas landas kontinen dengan Filipina dan Malaysia.
Hal itu dikatakan Retno dalam pertemuan bilateral dengan Menlu Filipina Jose Rene D Almendras di Jakarta, Rabu (4/5). "Kita ingin segera negosiasi batas wilayah perairan. Sementara batas maritim Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) sudah kita selesaikan saat ini dan sedang dalam proses ratifikasi," papar Retno di Gedung Pancasila, Kemenlu di Jakarta.
Pertemuan Menlu RI dan Menlu Filipina itu dilakukan menjelang pertemuan trilateral antara Indonesia, Filipina, dan Malaysia, Kamis (5/5) besok, di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Pada pertemuan besok, Indonesia, Filipina, dan Malaysia akan fokus membahas tantangan insiden penyanderaan yang melibatkan ketiga negara.
Menlu RI juga akan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Filipina dalam kerja sama pembebasan 10 WNI. Membahas perkembangan proses ratifikasi persetujuan batas ZEE. Indonesia dan Filipina telah menandatangani persetujuan itu pada 23 Mei 2014 lalu.
"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, kepada Presiden (Joko Widodo) dan Menlu atas inisiasi ini. Filipina, Indonesia, dan Malaysia akan bekerja sama mengatasi isu ini (penyanderaan). Bukan hanya pada tingkat tinggi tapi juga bahkan lengkap dengan detilnya," jelas Almendras di kesempatan yang sama.
Pada pertemuan bilateral itu, Almendras juga menampik anggapan pemerintah Filipina tidak mau bekerja sama dalam proses pembebasan dan pembagian informasi. Melalui pertemuan tersebut, pemerintah Filipina justru ingin membuktikan partisipasinya. Sebelumnya, Indonesia tidak bisa melakukan operasi pembebasan sandera karena penyanderaan terjadi di area Filipina.
"Kehadiran kami di sini merupakan bukti bahwa Filipina sangat sangat ingin melakukan diskusi dan partisipasi ke depan," imbuh Almendras.
Selain membahas negosiasi perbatasan, Retno dan Almendras juga berdiskusi tentang perkembangan hubungan ekonomi kedua negara. Menurut data Kemenlu, kerja sama perdagangan Indonesia-Filipina mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir. Pada 2015, perdagangan mencapai US$4,6 miliar atau meningkat dari 2014 sebesar US$4,59 miliar.
Indonesia dan Filipina melakukan pertemuan forum Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) dua tahun sekali untuk membahas perkembangan kerja sama bilateral. Pertemuan JCBC ke-6 Indonesia-Filipina diselenggarakan di Jakarta pada 2014.
"Kami sangat senang untuk menyambut JCBC selanjutnya. Kami akan menjadi tuan rumah di Filipina,” kata Almendras. (Aya/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved