Pria Sepuh Ditemukan Selamat di Bawah Reruntuhan Bangunan

Haufan Hasyim Salengke
01/5/2016 23:00
Pria Sepuh Ditemukan Selamat di Bawah Reruntuhan Bangunan
(DOK. KEDUTAAN BESAR VENEZUELA DI EKUADOR)

SEBUAH suara samar-samar menghampiri telinga para anggota tim pencari asal Venezuela yang tengah melakukan inspeksi untuk masalah sktruktural di Provinsi Minabi, Ekuador, Jumat (29/4) waktu setempat, yang porak poranda dihantam gempa berkekuatan 7,8 skala Richter (SR).

Setelah lokasi terlacak dan diyakini suara manusia yang terperangkap di bawah gedung yang sebagian runtuh, tim langsung berkoordinasi dengan otoritas setempat dan melakukan upaya penyelamatan.

Pihak Kedutaan Besar Venezuela di Quito, Ibu Kota Ekuador, mengumumkan, Sabtu (30/4) waktu setempat, regu pencari dan penyelamat (SAR) telah berhasil menyelamatkan Manuel Vasquez, 72. Pria yang sudah memasuki masa senja itu diketahui terperangkap hampir dua pekan pascagempa.

"Mereka (tim pencari) menemukan Vasquez membuat suara di gedung yang sebagian runtuh pada Jumat di Provinsi Manabi saat melakukan inspeksi untuk masalah struktural," kata kedutaan di laman resminya.

Vasquez dirawat di rumah sakit dengan gangguan ginjal dan kaki hilang. Dia juga menderita dehidrasi dan bingung akibat 13 hari hidup tanpa makanan di tengah reruntuhan di Kota Jaramijo. Pihak kedutaan mengatakan jari-jari korban terpaksa harus diamputasi.

Mengacu pada umur Vasquez yang sudah sepuh dan bugar lagi, keberhasilannya bertahan selama hampir dua pekan merupakan keajaiban. Pihak berwenang bahkan sudah memprediksi tak akan ada lagi korban yang bisa ditemukan selamat setelah orang terakhir dievakuasi.

Gempa pada 16 April lalu merupakan yang terburuk yang melanda Ekuador dalam beberapa dekade, menewaskan 660 orang dan menyebabkan 29 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Gempa juga meruntuhkan bangunan dan merusak jaringan jalan dan infrastruktur lainnya di daerah wisata di sepanjang pantai.

Ekuador menyambut ratusan tim penyelamatan, dokter, perawat, petugas pemadam kebakaran, dan staf pendukung lainnya dari negara lain setelah gempa mematikan tersebut.

Presiden Ekuador Rafael Correa telah mengumumkan serangkaian langkah ekonomi yang drastis sebagai kompensasi bencana gempa. Ia memperkirakan dibutuhkan dana US$3 miliar (Rp39 triliun) untuk keperluan rekonstruksi di berbagai wilayah yang porak poranda.

Dana itu termasuk untuk keperluan membangun kembali sekitar 6.600 rumah, bersama dengan jalan, sekolah, dan pusat kesehatan yang terdampak.

Gempa kedua menghantam Ekuador satu minggu kemudian, menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Presiden Correa mendesak semua pihak untuk bersatu dan tabah selama menghadapi masa-masa sulit. (Hym/AFP/Metro.co.uk/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya