Stasiun Antariksa Baru Rusia Resmi Beroperasi

Haufan Hasyim Salengke
28/4/2016 18:26
Stasiun Antariksa Baru Rusia Resmi Beroperasi
(AFP)

SETELAH sempat tertunda sekitar 24 jam, Rusia, Kamis (28/4), untuk pertama kalinya meluncurkan roket nirawak Soyuz 2.1a dari Kosmodrom Vostochhny atau Stasiun Antariksa baru yang terletak di wilayah Amur Oblast. Peluncuran itu disaksikan langsung oleh Presiden Vladimir Putin.

Badan Antariksa Rusia, Roscosmos, mengungkapkan Roket Soyuz 2.1a membawa tiga satelit lepas landas pada pukul 11:01 waktu setempat atau sekitar 9.01 WIB. Televisi Rusia menayangkan secara langsung proses peluncuran, sedangkan media asing dilarang untuk memasuki pusat ruang angkasa baru tersebut.

"Peluncuran roket berhasil dilakukan. Semua tiga satelit tersebut sekarang berada di orbit," kata Roscosmos dalam sebuah pernyataan.

Putin, yang secara khusus terbang ke Amur Oblast di Timur Jauh Rusia untuk menyaksikan peluncuran roket Soyuz 2.1a, menyebut Rusia masih menjadi pemimpin dunia dalam jumlah peluncuran ruang angkasa.

Semula peluncuran roket itu dijadwalkan pada Rabu (27/4), tapi dibatalkan sekitar dua menit sebelum lepas landas karena kesalahan teknis. Penundaan peresmian Kosmodrom Vostochny itu membuat Putin naik pitam dan memarahi para pemimpin program ruang angkasa.

"Meskipun dengan semua kegagalan tersebut, Rusia tetap menjadi pemimpin dunia dalam jumlah peluncuran ruang angkasa," tegas Putin dalam pertemuan resmi yang disiarkan televisi.

Namun, Putin sedikit menggarisbawahi, "Tapi fakta bahwa kita menghadapi sejumlah besar kegagalan adalah hal buruk. Karena itu reaksi harus tepat waktu dan profesional."

Stasiun Antariksa baru di Amur Oblast tersebut dipuji oleh Presiden Putin sebagai proyek pembangunan negara terbesar saat ini. Diperkirakan, pemerintah menghabiskan antara 300 dan 400 miliar rubel (US$4,5miliar-US$6 miliar, atau sekitar Rp79 triliun).

Proses konstruksi Kosmodrom Vostochhny direncanakan rampung sepenuhnya pada 2018. Sekitar 10.000 pekerja dikerahkan untuk membangun 115 kilometer jaringan jalan di Amur Oblast, daerah yang hanya duhuni sekitar 25.000 jiwa.

Tujuan Kremlin membangun stasiun antariksa ini untuk mengurangi ketergantungan Rusia pada stasiun ruang angkasa di Baikonur, Kazakhstan. (AFP/Hym/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya