Panglima TNI Tegaskan Siap Bantu Gempur Abu Sayyaf

Victor Ratu
18/4/2016 22:14
Panglima TNI Tegaskan Siap Bantu Gempur Abu Sayyaf
(MI/Victor Ratu)

TNI Siap Gempur Abu Sayyaf

PANGLIMA Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Gatot Normantyo mengatakan, Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang saat ini sudah berada di Tarakan, Kalimantan Utara, siap diberangkatkan ke Filipina untuk membebaskan 14 warga negara Indonesia (WNI) yang sedang ditawan kelompok militan Abu Sayyaf.

Menurut dia, pasukannya yang tergabung dalam PPRC bukanlah orang normal. "Saat ini tentara Filipina masih melakukan operasi. Kalau mereka meminta bantuan kita dengan puji syukur saya langsung berangkatkan. Itu pasukan saya, dalam otaknya kapan diberangkatkan karena mereka ini bukan orang normal. Biasanya orang kalau diberangkatkan perang untuk mati pada takut, tetapi anak buah saya malah senang, ini kan bukan orang normal," terangnya, saat melihat kesiapan pasukan PPRC di Tarakan, Senin (18/4).

Lebih lanjut, Panglima TNI menjelaskan, sesuai dengan arahan yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa setelah kejadian pembajakan kapal berbendera Indonesia untuk kedua kalinya di perairan Filipina baru-baru ini, TNI langsung diperintahkan untuk menyiapkan pasukan. Sehingga setiap saat bisa melakukan tindakan tegas.

"Saya datang ke sini membawa kepala staf angkatan, komandan pasukan, ada Kopasus, Marinir, Paskhas, Brimob, dan lain sebagainya. Untuk mengecek persiapan dan menganalisa serta memberikan petunjuk, apa yang harus dilakukan. Salah satu tempat persiapan ada di sini, tetapi ditempat lain juga ada yang saya siapkan. Untuk itu, saya datang ke sini untuk mengecek semuanya," terangnya.

Dalam evaluasinya, Panglima TNI menemukan adanya beberapa kekurangan yang harus dilengkapi dan dilatih ulang, serta melakukan simulasi tempat-tempat yang harus dilakukan.

"Saya tidak bisa jelaskan latihanya bagaimana, dan latihan ini hanya untuk pasukan, bukan untuk media. Bukannya saya tidak mau terbuka dengan media, tetapi alangkah kasihan bagi saya kalau ditayangkan di media dan diketahui oleh mereka. Sama saja saya menunjukkan ini pasukan kita, latihanya seperti ini silakan dipelajari untuk antisipasi, lalu bunuhlah pasukan saya. Paham ini ya," ucapnya.

Sambil menunggu perintah untuk bergerak ke Filipina, lanjut Panglima TNI, latihan yang digelar tidak akan terbuka agar pasukan memiliki feeling yang kuat. TNI juga menyiapkan hal-hal lain yang dibutuhkan serta perlengkapan yang perlu dilengkapi.

"Sehingga suatu saat TNI diperintahkan berangkat kita berangkat, dan berdasarkan sejarah kita tidak pernah gagal. Untuk kekurangan kita masih membutuhkan informasi intelijen, kapal-kapal, serta perlengkapan lain. Tetapi unsur lainya sudah siap," ungkapnya.

Saat ini, Kementerian Luar Negeri RI masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Filipina supaya TNI bisa membantu tentara Filipina membebaskan 14 sandera yang ditahan oleh kelompok Abu Sayyaf.

"Mudah-mudahan saja dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan kesepakatan, kita akan melakukan misi kemanusiaan. Itu kan kita menolong manusia, siapa yang paling dekat dia yang akan melakukan. Seharusnya seperti itu. Dua KRI kita juga sudah ada di perbatasan NKRI, karena untuk masuk ke wilayah Filipina kita harus ada izin, jumlah pasukan yang kita siapkan ada ratusan tidak sampai ribuan," paparnya.

Pasukan yang ada terdiri atas berbagai matra, udara, darat, laut, dan kepolisian. "Mereka ini sesuai dengan fungsi dan profesionalisme masing-masing, sedangkan untuk pembajakan kapal kedua sampai sekarang belum ada rilis resmi dari Filipina apakah itu kelompok Abu Sayyaf atau bukan, tetapi diperkirakan sempalan Abu Sayyaf, itu pun dilihat dari satu pembajak yang menggunakan bahasa Melayu sedangkan lainya menggunakan bahasa Tagalog," ujar Panglima TNI.

Berdasarkan informasi terakhir, kondisi WNI yang tertembak oleh pembajak dalam kondisi kritis tetapi telah mendapatkan penanganan di Tawau Malaysia. Adapun untuk keberadaan 10 WNI sandera telah diketahui, tapi posisi 4 lainnya hingga kini belum diketahui. (VR/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya