Presiden Brasil Diambang Pemakzulan

BBC
18/4/2016 10:02
Presiden Brasil Diambang Pemakzulan
(Aktivis pendukung pemakzulan Presiden Dilma Rousseff dalam demonstrasi di Sao Paulo Brazil pada 17 April 2016. -- AFP PHOTO/NELSON ALMEIDA)

MAJELIS rendah Kongres Brasil mulai melakukan pemungutan suara dalam upaya pemakzulan atau penuntutan mundur Presiden Dilma Rousseff, yang dituduh memanipulasi anggaran pemerintah untuk mendapat keuntungan politik.

Pemungutan suara ini berlangsung setelah para pimpinan partai memberikan pandangan masing-masing. Sebagian anggota parlemen berupaya untuk mengganggu proses ini sementara ribuan pengunjuk rasa pendukung dan penentang Presiden Rousseff menggelar aksi di luar Gedung Kongres.

Pemungutan suara diperkirakan akan berlangsung lama karena setiap anggota parlemen mendapat kesempatan untuk menjelaskan alasan dalam pilihannya. Presiden Rousseff membantah dakwaan yang diajukan kepadanya dan menuduh para penentangnnya melancarkan 'kudeta'.

Diperlukan mayoritas dua pertiga -atau 342 suara dari total 513- untuk meneruskan proses ini ke majelis tinggi atau Senat yang akan mempertimbangkan tuduhan atas Rousseff.

Jika Senat memutuskan dia bersalah maka Rousseff bisa dicopot dari jabatan presiden. Bagaimanapun Presiden Rousseff memiliki kesempatan banding dua kali dalam proses pemakzulan atau penuntutan mundur ini.

Sekitar 25.000 pengunjuk rasa dari kubu pendukung dan penentang Rousseff berkumpul di luar gedung dengan dipisahkan oleh dinding tinggi sepanjang satu kilometer.

Laporan-laporan menyebutkan suasana unjuk rasa sejauh ini damai dan meriah dengan pemutaran musik, maupun tiupan-tiupan terompet. (BBC/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya