Lelucon Kekerasan Seks Capres Filipina Berbuah Kecaman

18/4/2016 07:54
Lelucon Kekerasan Seks Capres Filipina Berbuah Kecaman
(Rodrigo Duterte -- AFP PHOTO/NOEL CELIS)

SEBUAH rekaman yang berisi lelucon calon presiden Filipina, Rodrigo Duterte, terkait seorang warga Australia korban tindakan pemerkosaan dan pembunuhan dibunuh, memicu kecaman.

Rekaman itu memperlihatkan Duterte dan pendukungnya bercanda tentang kekerasan yang dilakukan penghuni penjara pada 1989 lalu ketika Duterte menjabat walikota. Ia mengatakan misionaris perempuan itu amat cantik sehingga wali kota seharusnya yang melakukan pertama kali. Lelucon itu merujuk pada seorang misionaris yang diperkosa dan dibunuh ketika sedang memberi pelayanan agama di kota Davao, Filipina selatan.

Para pengkritik mengatakan komentar itu memperlihatkan Duterte -yang berdasarkan jajak pendapat berada dalam posisi unggul tidak layak menjadi presiden.

Namun para pendukungnya menepis pendapat tersebut dengan mengatakan bahwa komentar itu merupakan lelucon semata. Duterte terkenal dengan pidato-pidatonya yang tidak sopan dan memamerkan kehidupan seksnya.

Komentar yang dimuat di YouTube ini merupakan yang terbaru dari rangkaian komentarnya yang memicu kecaman. Antara lain usulan eksekusi massal atas para kriminal.

Juru bicara Presiden Benigno Aquino mengatakan komentar itu mencerminkan Duterte kurang layak menjadi presiden dan tidak menghormati perempuan.

Sementara calon presiden lainnya, Wakil Presiden Jejomar Binay, mengatakan komentar Duterte menjijikkan. "Anda adalah seorang maniak sinting yang tidak menghormati perempuan dan tidak layak menjadi presiden," seperti tertulis dalam pernyataanya. (BBC/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya