Miris, Pangeran William Pergi, Seekor Badak kembali Ditembak Mati

Haufan Hasyim Salengke
15/4/2016 19:45
Miris, Pangeran William Pergi, Seekor Badak kembali Ditembak Mati
(AP/Rajanish Kakade)

MIRIS dan memalukan! Hanya berselang beberapa jam setelah pewaris takhta urutan kedua Kerajaan Inggris, Pangeran William dan sang istri Kate Middleton angkat kaki, pemburu menembak mati badak di Taman Nasional Kaziranga, India.

Taman yang terletak di Negara Bagian Assam itu merupakan salah satu tempat yang dikunjungi William dan Kate selama menjalani tugas kerajaan di 'Negeri Hindustan'. Mereka menyaksikan kehidupan margasatwa India, bagian dari kampanye menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian satwa.

Pejabat margasatwa, Jumat (15/4), mengatakan penjaga hutan menemukan badak yang mati dengan cula yang telah raib pada Kamis (14/4) kemarin, sehari setelah pasangan Kerajaan Inggris Raya meninggalkan Taman Nasional Kaziranga.

"Para pemburu menggunakan senapan serbu AK-47 untuk membunuh badak jantan dewasa dan setelah membunuh binatang berkulit tebal itu yang mereka mengambil culanya," ungkap Subhasish Das, seorang pejabat senior penjaga hutan, kepada AFP.

Keberadaan Taman Nasional Kaziranga sangat penting karena menjadi rumah bagi dua pertiga dari sisa badak bercula satu di planet ini.

Pembunuhan terbaru tersebut merupakan pembantaian badak kedua dalam empat hari terakhir. Pemburu membunuh badak dewasa pada Senin (11/4) sebelum mencongkel keluar cula hewan itu, lalu meninggalkannya di genangan darah.

Taman Nasional Kaziranga telah berjuang melawan aksi perburuan ilegal yang tak kunjung berhenti, yang membunuh badak untuk diambil cula. Tingginya permintaan cula, dengan harga yang menggiurkan tentunya, di beberapa negara Asia ikut mendorong perburuan badak. Di tangan konsumen, cula hewan itu dijadikan obat-obatan dan perhiasan.

Situs resmi Kaziranga mengatakan sekitar 27 badak diburu pada 2014 dan 17 lainnya pada tahun lalu.

Sensus terakhir memperkirakan ada 2.400 badak bercula satu, saat ini dalam status rentan punah oleh kelompok konservasi, di Kaziranga dari 3.300 ekor populasi global.

Selama kunjungan ke Kaziranga, William dan Kate, yang bergelar Duke dan Duchess of Cambridge, bertemu pejabat satwa liar yang saban hari berjuang melindungi badak yang rentan dibidik pemburu.

William telah berulang kali mengutuk perdagangan satwa liar ilegal dan telah mendorong upaya antiperburuan. Dia ialah pelindung badan amal konservasi gajah Tusk Trust.

Seorang juru bicara pasangan kerajaan mengatakan mereka amat marah dengan perburuan yang terus marak. "The Duke dan Duchess marah mendengar tentang pembunuhan badak tersebut selama kunjungan mereka," ujar penyiar ITV mengutip juru bicara. (AFP/Hym/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya