Militer Filipina Masih Upayakan Pembebasan Sandera Abu Sayyaf

Bbc.com
10/4/2016 20:40
Militer Filipina Masih Upayakan Pembebasan Sandera Abu Sayyaf
(Menhan Voltaire Gazmin tengah dan Kepala Angkata Bersenjata Filipina Jenderal Hernando Iriberri (kanan) melihat kondisi prajurit yang terluka akibat kontak senajat dengan kelompok Abu Sayyaf---Foto: AFP)

JURU bicara militer regional Mayor Filemon Tan mengatakan, bahwa keselamatan warga negara Indonesia dan Malaysia yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf merupakan prioritas utama.

"Kami melihatnya dari sudut pandang yang optimistis, keselamatan mereka (sandera Indonesia dan Malaysia) adalah prioritas utama kami," kata Tan pada wartawan seperti dilansir bbc.com, Minggu (10/4).

Selain itu, Tan menambahkan, "Kami berupaya yang terbaik untuk membawa mereka ke tempat aman, karena itu kami sangat berhati-hati dalam tindakan kami. Kami harus fokus pada operasi militer, ini akan menjadi operasi militer yang fokus."

Sebelumnya, militer Filipina mengatakan bahwa 18 tentara tewas dalam pertempuran sengit melawan milisi Islamis di selatan Filipina.

Sedikitnya 50 tentara lain terluka pada Sabtu (9/4) saat terjadi bentrokan dengan kelompok Abu Sayyaf di Pulau Basilan. Sementara itu, lima milisi terbunuh, kata tentara.

Pemerintah Filipina bergerak melawan Abu Sayyaf setelah serangkaian penculikan warga asing, kata juru bicara militer regional Mayor Filemon Tan.

Jumat (8/4) lalu, seorang pensiunan pendeta Italia dibebaskan oleh Abu Sayyaf setelah disandera selama enam bulan. Adapun 18 warga asing lainnya, termasuk dua warga Kanada dan seorang warga Norwegia, disandera di Filipina. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya