Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Seorang Sandera Italia

Inquirer.net/Aya/Kim/VR/Ant/X-4
10/4/2016 09:51
Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Seorang Sandera Italia
(AFP/WESMINCOM/HO)

DI tengah penantian keluarga 10 WNI yang hingga kini masih disandera, Jumat (8/4) malam, kelompok Abu Sayyaf membebaskan seorang sandera asal Italia, Rolando del Torchio.

Aparat militer Filipina menemukan Torchio yang diculik pada Oktober tahun lalu di sebuah perahu yang tertambat di dermaga kecil di Pulau Jolo, 950 kilometer dari Manila. Para ekstremis membebaskan Torchio setelah pemilik restoran piza itu membayar tebusan sebesar 29 juta peso.

"Korban tampak kurus karena kehilangan banyak berat badan jika dibandingkan dengan foto yang kami lihat sebelumnya. Namun, dia dalam kondisi baik-baik saja," kata seorang staf militer Filipina Major Filemon Tan.

Di sisi lain, Indonesia dan Malaysia sepakat bekerja sama untuk membebaskan sandera yang ditahan kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Sebagaimana diketahui kelompok gerilyawan Abu Sayyaf dikabarkan juga menyandera sejumlah warga Malaysia.

"Menlu RI sudah mengontak Menlu Malaysia mengingat ini semua terjadi di kawasan Malaysia, Indonesia, dan Filipina," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir, kemarin.

Sebanyak 18 warga negara asing yang disandera tersebut, yakni 10 WNI, 4 warga Malaysia, 2 warga Kanada, 1 warga Norwegia, dan 1 lagi dari Belanda.

"Kapan dan di mana pun, kami upayakan (pembebasan) 10 WNI," ungkap Arrmanatha yang biasa disapa Tata.

Lebih dari 10 hari telah dilewati sejak Kemenlu RI mendapat informasi pada Senin (28/3) bahwa terjadi pembajakan terhadap kapal tunda Brahma 12 dan tongkang Anand 12 yang berbendera Indonesia saat dalam perjalanan dari Sungai Puting, Kalsel, menuju Batangas, Filipina. Awak Brahma 12 dan Anand 12 ditahan kelompok Abu Sayyaf sejak Sabtu (26/3) dengan permintaan uang tebusan sebesar 50 juta peso atau sekitar Rp14,3 miliar.

Keluarga seorang WNI yang disandera, Wawan Saputra, kemarin menggelar doa untuk keselamatan seluruh awak Anand 12. Menurut Mansyur, ayah Wawan, keluarga berharap pemerintah tidak menyerah terhadap kelompok Abu Sayyaf.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya