Menlu Retno Temui Menlu dan Presiden Filipina

Thomas Harming Suwarta
02/4/2016 18:15
Menlu Retno Temui Menlu dan Presiden Filipina
(ANTARA)

MENTERI Luar Negeri Retno LP Marsudi yang sejak kemarin bertolak ke Filipina untuk mendampingi Duta Besar Indonesia Johni Lumintang sudah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Presiden Filipina.

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah Filipina untuk membahas pembebasan 10 sandera Warga Negara Indonesia yang sampai saat ini masih ditahan kelompok pemberontak Abu Sayyaf.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Armanatha Nasir mengatakan, pertemuan diawali pada tingkat menteri dengan Menlu Filipina Jose Rene D Almendras. "Selanjutnya Menlu bertemu dengan Presiden Filipina," kata Armanatha saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (2/4).

Pertemuan ini digelar, kata dia, untuk mematangkan koordinasi dengan pemerintah Filipina dalam upaya membebaskan 10 WNI yang kini masih disandera kelompok Abu Sayyaf. "Sifatnya koordinasi yang intinya bagaimana supaya 10 WNI kita ini bisa dipastikan selamat. Teknis-teknis lainnya tentu saja tidak bisa kami sampaikan,” sambung Armanatha.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua kapal berbendera Indonesia, Tug Boat Brahma 12 dan Tongkang Anand 12 dibajak di Perairan Tawi-Tawi, Filipina Selatan. Anand 12 yang mengangkut 7.000 ton batu bara, serta 10 orang awak Tug Boat Brahma disandera kelompok Abu Sayyaf dan meminta tebusan 50 juta Peso atau sekitar Rp15 miliar dengan batas waktu penyerahan 8 April. Baik TNI dan Kemenlu RI sampai hari ini masih terus melakukan upaya pembebasan sandera tersebut. (Ths/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya