Paus Kecam Penolakan terhadap Pengungsi

AFP/Ths/X-7
28/3/2016 07:21
Paus Kecam Penolakan terhadap Pengungsi
(AP POOL/L'Osservatore Romano)

PEMIMPIN Tertinggi Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus, dalam pesan Paskahnya, kemarin, secara tegas mengecem aksi penolakan terhadap pengungsi dan imigran dari negara-negara di Eropa.

Dalam penjagaan yang sangat ketat, dari atas balkon Basilika Santo Petrus di Vatikan, Paus Fransiskus yang juga anak imigran kelahiran Argentina dari orangtua asal Italia, menyampaikan pesan Paskahnya di hadapan umat yang berkumpul di bawah balkon Basilika itu.

"Pesan Paskah dari Kristus yang bangkit ialah sebuah ajakan untuk kita agar tidak boleh melupakan sesama saudara kita, anak-anak, orang dewasa, pria ataupun wanita yang ingin mencari kehidupan dan masa depan yang lebih baik, yaitu mereka yang saat ini menjadi pengungsi dan imigran karena melarikan diri dari perang, kelaparan, kemiskinan, dan ketidakadilan sosial," kata Sri Paus.

"Dalam perjalan yang jauh dan berisiko, mereka berhadapan dengan ancaman kematian, termasuk penolakan. Padahal, mereka sangat mengharapkan kehadiran mereka diterima," lanjut Sri Paus.

Paus Fransiskus sudah sejak lama menyerukan komunitas global untuk membuka pintu lebar-lebar bagi kehadiran pengungsi.

Ia juga menyerukan perlawanan atas sikap 'ketakutan terhadap pengungsi' yang melanda Eropa selama ini, apalagi di tengah banyaknya pengungsi dan imigran yang saat ini tengah telantar di Yunani.

Dalam ibadat Jumat Agung, yang memperingati kematian Yesus Kristus sehari sebelum Hari Raya Paskah, Paus Fransiskus juga telah menyerukan sikap 'acuh tak acuh Eropa' dan terbiusnya 'hati nurani' terhadap para pengungsi dan imigran.

Dalam pesan Paskahnya kali ini, Paus juga menyinggung tentang konflik berkepanjangan di Suriah.

Kata dia, apa yang terjadi di Suriah merupakan penghinaan terhadap kemanusiaan.

Dia berharap agar perundingan damai yang saat ini ditengahi PBB antara pihak pemerintah dan kelompok oposisi bisa terus dilanjutkan.

"Kemauan yang baik dan kerja sama semua pihak sangat diperlukan karena akan menghasilkan perdamaian dan awal yang baik untuk memulai masyarakat baru yang penuh persaudaraan," katanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya