Selamat Tinggal Koran The Independent

Thomas Harming Suwarta
26/3/2016 19:45
Selamat Tinggal Koran The Independent
(AFP PHOTO / LEON NEAL)

SABTU (26/5) ini merupakan hari terakhir koran The Independent hadir dalam format cetak ke hadapan pembaca dan pelanggannya setelah secara resmi diumumkan sebulan lalu. Koran populer yang telah eksis selama 30 tahun di Inggris itu akan beralih sepenuhnya ke penerbitan digital.

Dalam kolom editorialnya yang terakhir hadir dengan versi cetak, The Independent mengatakan sejarah akan menjadi hakim atas 'transisi yang berani' ke media online (daring) ini sekaligus sebagai contoh untuk koran-koran lain di seluruh dunia untuk mengikuti langkah yang sama.

"Hari ini kami telah berhenti, tinta-tinta sudah kering dan kertas sudah lenyap. Tetapi, setelah satu bab ini kami tutup, yang lainnya sedang terbuka dan yang penting ialah semangat The Independent akan tetap berkembang,” tulis editorial tersebut.

Sang pemilik surat kabar, Evgeny Lebedev, yang kelahiran Rusia, mengumumkan penutupan edisi cetak pada bulan lalu. Ia menulis bahwa jurnalisme telah 'berubah' dan koran 'harus juga berubah'.

The Independent awalnya didirikan oleh tiga bekas wartawan pada 1986. Ia menjadi terkenal karena tampilan depannya yang menarik perhatian dengan titik berat pada penempatan foto-foto. Pada puncak popularitasnya, koran itu memiliki oplah lebih dari 420.000 sampai pada kondisi terakhir hanya tersisa 40.000 eksemplar.

"Surat kabar besar yang telah bertahan selama berabad-abad menemukan model bisnis mereka yang menantang yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya. Jadi tidak ada yang akan merayakan akhir dari koran cetak The Independent ini,” tulis The Guardian dalam editorialnya.

Seperti The Guardian, The Independent secara politis berkampanye keras terhadap keterlibatan Inggris dalam perang yang dipimpin AS di Irak pada 2003.

Edisi cetak terakhir pada Sabtu ini juga mencakup empat majalah khusus, melihat kembali sejarahnya, sebelum menjadi harian nasional pertama di Inggris yang ditutup sejak 1995.

ESI Media, yang mengontrol The Independent, juga menjual "i" - ke Johnston Press, sebuah penerbit berbasis Skotlandia, dengan harga jual diperkirakan mencapai 25 juta poundsterling (32 juta euro atau US$36 juta).

Independent.co.uk saat ini memiliki hampir 70 juta pengguna global bulanan yang unik, adapun ESI Media juga telah meluncurkan aplikasi langganan baru yang menawarkan edisi cetak virtual. (AFP/Ths/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya