Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA korban pembantaian Srebrenica, Bosnia, mengecam vonis 40 tahun yang dijatuhkan Pengadilan Kejahatan Perang Internasional kepada mantan pemimpin Serbia-Bosnia, Radovan Karadzic, 70, Kamis (24/3), karena dinilai tidak sebanding dengan kejahatan yang dilakukan. Mereka menilai seharusnya Karadzic dihukum mati.
"Dia membunuh banyak anak dan mungkin akan hidup cukup lama untuk mendapatkan kembali kebebasan," ungkap Bida Smajlovic yang kehilangan suami dan saudaranya dalam pembantaian sekitar 1995 tersebut.
"Rasa sakit dan kesepian yang saya alami tidak bisa hilang dan tidak akan ada yang bisa mengubahnya," tegasnya. Suami Bida, Smajlovic, 63, ialah salah satu dari tiga bersaudara yang meninggal di Srebrenica.
Hampir 8.000 pria dewasa dan anak laki-laki muslim tewas dan mayat mereka dibuang di kuburan massal oleh pasukan Serbia-Bosnia pada pembantaian 1995, pertumpahan darah terburuk di tanah Eropa sejak Perang Dunia II.
Para hari pembacaan putusan, Bida dan para istri korban pembantaian lainnya berkumpul di Srebrenica untuk menyaksikan vonis hakim Pengadilan Internasional untuk Bekas Yugoslavia (International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia/ICTY) di Den Haag, Belanda.
Janda Smajlovic, Sajma, sampai menangis saat melihat Karadzic di televisi, saking tidak bisa menahan kepedihan. "Begitu saya melihat dia, kemarahan saya membuncah," ujarnya.
Ia menambahkan harus meminum obat penenang untuk mengatasi rasa sakit atas vonis pengadilan yang dinilainya tidak adil. ICTY memjatuhkan hukuman 40 tahun penjara kepada Karadzic.
Hakim menyatakan dia bersalah dari 10 dakwaan dan bertanggung jawab atas kebijakan yang secara sengaja menghancurkan muslim Bosnia di kota itu dalam Perang Serbia 1992-1995, yang telah menewaskan 100 ribu orang. Itu menjadi vonis pertama untuk seorang pemimpin tertinggi sebuah negara.
Amerika Serikat menyambut baik hukuman yang dijatuhkan terhadap Karadzic. Menurut wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner, hukuman tersebut menutup luka atas apa yang terjadi.
"Kami tidak akan pernah melupakan kengerian genosida di Bosnia atau banyak kejahatan lainnya yang dilakukan di semua sisi dari konflik di bekas Yugoslavia itu," ujar dia.(AFP/Hym/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved