Puluhan Orang Ditangkap karena Tuntut Presiden Xi Mundur

Haufan Hasyim Salengke
25/3/2016 21:45
Puluhan Orang Ditangkap karena Tuntut Presiden Xi Mundur
(AFP PHOTO / JACK TAYLOR)

TOTAL 20 orang telah ditangkap di Tiongkok menyusul publikasi sebuah surat yang menuntut Presiden Xi Jinping untuk mundur.

Seperti dilansir di laman BBC, Jumat (25/3), surat tuntutan itu di-posting bulan ini di laman yang didukung pemerintah, Wujie News. Meski dengan cepat dihapus, versi cached dari surat itu masih bisa ditemukan secara daring.

"Yang terhormat Kamerad Xi Jinping, kami adalah anggota Partai Komunis yang loyal," bunyi surat itu pada pembukaannya, yang dilanjutkan dengan, "Kami menulis surat ini untuk meminta Anda mengundur diri dari semua posisi partai dan kepemimpinan negara."

Surat bernada kemarahan dan kritikan itu menyebut Presiden Xi 'mengumpulkan semua kekuatan' di tangannya sendiri. Pihak yang terkait dalam surat menuduh Xi salah perhitungan soal ekonomi dan diplomatik. Surat itu juga menyindir pengekangan kebebasan berbicara.

Hal baru yang paling disorot ialah ketika Xi melakukan kunjungan penting tinggi bulan lalu ke televisi dan surat kabar yang dikelola negara. Di sana dia mengatakan kepada wartawan bahwa tugas utama mereka adalah untuk mematuhi Partai Komunis.

Penahanan kolumnis terkemuka, Jia Jia, secara luas dilaporkan berkegiatan dengan beredarnya surat itu. Seorang staf pada Wujie News, yang lebih berkenan tidak diungkap identitasnya, membeberkan ada 16 orang lain yang ditangkap aparat Tiongkok.

Sumber itu mengatakan mereka termasuk enam rekan yang bekerja secara langsung untuk laman tersebut, termasuk manajer senior dan editor senior, dan 10 orang yang bekerja untuk sebuah perusahaan teknologi yang terkait.

Laporan sebelumnya mengatakan empat staf Wujie, termasuk CEO Ouyang Hong Liang dan redaktur Huang Zhijie, telah tidak bisa dikontak sejak pekan lalu, menurut seorang reporter yang meminta untuk tidak disebutkan namanya kepada AFP.

Seorang pembangkang terkenal Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat, Wen Yunchao, mengaku tiga anggota keluarganya, yang tinggal di Provinsi Guangdong, juga telah ditahan sehubungan dengan surat.

Wen mengatakan dia yakin orangtua dan saudaranya telah ditahan karena pihak berwenang berusaha menekan dia untuk mengungkapkan informasi. Namun, dia mengatakan kepada BBC bahwa dirinya sama sekali tidak tahu-menahu perihal surat itu. (AFP/BBC/Hym/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya