Kekerasan dalam Pemilu Bangladesh Tewaskan 10 Orang

Thomas Harming Suwarta
23/3/2016 20:30
Kekerasan dalam Pemilu Bangladesh Tewaskan 10 Orang
(AFP)

SETIDAKNYA 11 orang tewas dalam aski kekerasan Selasa (22/3) malam waktu setempat ketika warga Bangladesh tengah menggelar pemungutan suara pada sebuah pemilihan umum (Pemilu) lokal. Dilaporkan, 7 dari 11 orang yang tewas ditembak mati oleh pasukan keamanan.

Pihak oposisi mengatakan, pemilihan yang dilakukan di tengah krisis politik Bangladesh itu sarat kecurangan. Dan itu berlangsung sangat masif di semua tempat.

Kepolisian mengatakan, aksi penembakan yang terjadi di Kota Pesisir Selatan Mathbaria itu dipicu bentrok antara pendukung kelompok oposisi dan pendukung pemerintah. Selain mereka menyerang polisi, para pendukung juga mengambil kotak suara ke markas pemerintah.

“Terpaksa ada penembakan karena mereka menyerang petugas dengan parang dan benda-benda keras lain seperti batu dan tongkat,” kata anggota polisi Distrik Walid Hossain. "Tiga orang tewas di tempat dan dua meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit," katanya.

Dalam aksi itu dilaporkan pula lima orang mengalami luka-luka.

Polisi menambahkan, semua korban baik yang tewas maupun yang luka-luka ialah pendukung Liga Awami yang menyerang polisi karena takut kalah dalam Pemilu lokal kali ini.

Pasukan keamanan juga menembak dan menewaskan dua orang di kota pesisir tenggara Sabrang ketika pendukung calon partai pemberontak berusaha merebut kotak suara dari pasukan paramiliter. Sedangkan empat lainnya tewas di kota lain saat pemungutan berlangsung.

Seorang juru bicara kelompok oposisi dari Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) mengatakan, ada kecurangan yang meluas dan penipuan dalam proses pemungutan suara kali ini. BNP sebelumnya juga pernah memboikot pemilu pada 2014. Mereka lalu kembali ke panggung politik setelah aksi protes mereka gagal melengserkan Perdana Menteri.

“Jika mereka menang Pemilu lagi, itu sangat menggelikan,” kata juru bicara BNP Ruhul Kabir Rizvi. "Pemilu ini semuanya rekayasa. Kotak-kotak suara ini hanya boneka,” tambahnya.

Akibat kejadian itu, pihak berwenang terpaksa menangguhkan proses pemilihan di 60 titik. Namun demikian, pejabat Komisi Pemilihan setempat memastikan bahwa secara umum Pemilu berjalan aman. “Memang ada insiden kekerasan tetapi hanya di beberapa tempat saja. Bahwa ada kekerasan dan penyimpangan, kita sangat sayangkan."

Komisi Pemilihan Umum Bangladesh selama setahun terakhir telah mendapat kritikan tajam karena dinilai tidak independen lagi dalam menyelenggarakan Pemilu. (AFP/Ths/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya