Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjamin keselamatan delapan anak buah kapal KM Kway Fey 10078 asal Tiongkok yang ditahan pemerintah karena menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia.
"Kami akan memperlakukan mereka dengan baik, tapi investigasi akan tetap berjalan," kata Susi dalam rilis berita KKP di Jakarta, Selasa (22/3).
Dia memaparkan, kedelapan ABK tersebut akan menjalani proses sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Pemerintah, lanjutnya, juga akan mengikuti peraturan internasional karena para awak kapal tersebut merupakan tahanan internasional. "Kami akan kembalikan ketika semua sudah selesai," ujarnya.
Kasus penangkapan kapal ilegal Tiongkok bukan yang pertama kali terjadi di kawasan perairan Indonesia, seperti pernah terjadi pada 2013 di perairan Natuna dan 2014 di sekitar perairan Indonesia Timur.
Ketika sedang berpatroli di perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (19/3), kapal pengawas KKP Hiu 11 mendeteksi adanya pergerakan kapal ikan Tiongkok, Kway Fey 10078. Pada pukul 14.15 WIB di hari tersebut, kapal Kway Fey 10078 tercatat berada di sekitar koordinat 5 derajat Lintang Utara dan 109 derajat Bujur Timur yang merupakan kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.
Akibat pelanggaran tersebut, Hiu 11 mulai melakukan pengejaran sambil melepaskan tembakan peringatan, tetapi kapal Kway Fey melarikan diri antara lain dengan melakukan manuver zig-zag. Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, kapal asal Tiongkok tersebut berhasil dihentikan dan petugas KKP segera menuju kapal Kway Fey serta mengamankan sebanyak delapan awak buah kapal (ABK).
Kemudian, saat KM Kway Fey akan dibawa petugas KKP, tiba-tiba datang kapal coastguard Tiongkok yang datang mendekat dan menabrak Kway Fey, dengan dugaan agar kapal ikan asal Tiongkok tersebut tidak bisa dibawa ke daratan Indonesia. Untuk menghindari konflik, petugas KKP meninggalkan Kway Fey dan kembali ke Hiu 11 dan hanya berhasil membawa delapan ABK.
Menteri KP Susi Pudjiastuti geram ketika berita mengenai kejadian tersebut sampai ke telinganya. Sehari setelahnya, ia juga menyesalkan klaim sepihak pemerintah Tiongkok yang menyatakan kapal KW Kway Fey 10078 yang ditangkap aparat Indonesia berada dalam kawasan perikanan tradisional mereka.
"(Pernyataan Tiongkok) itu klaim yang tidak betul, tidak mendasar dan tidak diakui oleh dunia internasional," katanya. Menurut Susi, alasan Tiongkok mengenai traditional fishing ground (tempat perikanan tradisional) di Natuna tidak diakui oleh aturan internasional termasuk Konvensi Hukum Laut PBB. (Ant/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved