Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Belgia mengungkapkan, Minggu (20/3) waktu setempat atau Senin (21/3) WIB, dalang utama serangan Paris Salah Abdeslam juga menargetkan Brussels, ibu kota Belgia, setelah melakukan aksi penembakan dan peledakan bom di ibu kota 'Negeri Mode' yang menewaskan 130 orang pada November lalu.
Kepada penyidik, Abdeslam mengaku berencana melakukan aksi bom bunuh diri di Stadion Stade de France di Paris. Namun, ia mengubah rencana itu di menit-menit akhir.
"Dia ingin meledakkan dirinya sendiri di Stade de France dan mengurungkan niatnya," ungkap pemimpin penyidik Prancis, Francois Molins, mengutip pernyataan Abdeslam kepada penyidik di Brussels sebelum ia dipindahkan ke penjara berkeamanan tinggi di Bruges, utara Belgia.
Saudara pelaku, Brahim, meledakkan dirinya di sebuah restoran di timur Paris, dan Molins mengatakan Abdeslam telah merencanakan untuk melakukan hal yang sama di Stade de France sebelum berubah pikiran.
Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders juga mengamini soal rencana Abdesalam tersebut. Ia menyatakan niat Abdeslam itu merupakan sebuah realitas karena otoritas menemukan banyak senjata dalam investigasi awal terhadap terdakwa.
"Dan kita menemukan banyak jaringan di sekelilingnya di Brussels," kata Reynders, mengutip ucapan penyidik, dalam sebuah panel diskusi. "Kami yakin untuk saat ini kami telah menemukan lebih dari 30 orang yang terlibat dalam serangan teror di Paris, tapi kami yakin ada orang lain," ujarnya.
Selain para penyerang yang meninggal pada malam serangan, 18 orang yang diduga membantu para penyerang ditahan di enam negara, dan setidaknya dua lainnya masih buron. Para pelaku disebut memiliki kaitan dengan kelompok radikal Islamic State (IS), yang beroperasi di Suriah dan Irak.
Abdeslam, yang diyakini satu-satunya anggota tim penyerang yang masih hidup, memainkan peran kunci dalam penyusunan dan logistik dalam serangan. Namun, Molins mengatakan peran persisnya pelaku pada malam nahas 13 November itu belum jelas.
Pelaku, warga Francis kelahiran Belgia, ditangkap Jumat (18/3) di Molenbeek, Belgia, setelah perburuan internasional yang telah berlangsung selama empat bulan. Dia didakwa dengan kegiatan terorisme dan pembunuhan.
Reynders, berbicara dalam bahasa Inggris di Brussels Forum, sebuah konferensi transatlantik tahunan yang diorganisasikan oleh Amerika Serikat, mengatakan polisi masih bekerja untuk melacak tersangka yang terlibat dalam yang melantakkan Paris.
Pengacara Abdeslam, Sven Mary, mengatakan kliennya mengakui berada di Paris selama serangan berlangsung tapi tidak memberikan rincian. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa Abdeslam bersikap kooperatif selama proses hukum dengan penyidik, dan ia akan meperjuangkan ekstradisi ke Prancis.
Mary juga mengatakan kepada RTBF pada Minggu (20/3) bahwa ia bermaksud untuk mengajukan pengaduan terhadap jaksa Paris yang ia sebut melanggar undang-undang kerahasiaan peradilan karena membeberkan proses penyidikan Abdeslam.
"Saya tidak mengerti mengapa seorang jaksa di Paris harus berkomunikasi pada tahap ini tentang penyelidikan di Belgia," kata Mary. "Abdeslam kooperatif, dia berkomunikasi, ia tidak menggunakan haknya untuk bersikap diam," ujarnya.
Sementara itu, sejumlah pakar hukum mengatakan upaya 'perlawanan' kubu Abdeslam tidak mungkin akan berhasil tetapi itu akan memberinya waktu yang cukup dalam hitungan minggu, atau bulan untuk mempersiapkan pembelaannya. (AFP/NY Times/The Guardian/Hym/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved