Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
AGEN atau mata-mata ganda bukanlah sesuatu yang baru di dunia spionase. Namun, triple agent atau seorang mata-mata yang bekerja untuk tiga badan intelijen mungkin sangat langka.
Agen rangkap tiga (triple agent) yang mencuat ialah Markus Reichel. Warga negara Jerman itu bekerja sebagai anggota Badan Intelijen Jerman, Bundesnachrichtendienst (BND). Ia mengabdikan hidupnya bagi badan intelijen itu sejak 2007 sebagai staf biasa dengan gaji 1.200 euro (Rp17,7 juta).
Namun, ketidakpuasannya pada pekerjaan mendorong Reichel juga bekerja untuk Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dan pada 2014 untuk Badan Intelijen Federasi Rusia, Sluzhba Vneshney Razvedki (SVR RF).
Bak pepatah ‘sepandai-pandainya tupai meloncat akhirnya jatuh juga’, pria 32 tahun itu pun kena batunya. Pada Kamis (17/3), pengadilan Muenchen, Jerman, memvonis sang triple agent itu dengan hukuman penjara selama delapan tahun.
Di hadapan hakim, Reichel yang gagap akibat salah vaksin waktu kecil mengakui bekerja untuk BND, CIA, dan SVR RF. Saat ditanya hakim soal alasan kenapa bekerja untuk menjadi agen rahasia tiga negara yang berbeda, ia mengatakan,”Saya ingin sesuatu yang baru dan mendapat pengalaman yang menyenangkan.”
“Tidak seorang pun memercayai saya dengan segala hal yang dilakukan di BND. Di CIA, itu pun berbeda,” ucap Reichel saat sidang pertama digelar pada November tahun lalu.
CIA bukan hanya memberikan sensasi petualangan, melainkan juga satu hal yang sangat diidamkannya, pengakuan. “Saya bohong jika tidak menyukainya,” ujarnya di pengadilan.
Reichel tak menyangkal dirinya telah memberikan sejumlah dokumen dan informasi rahasia negaranya kepada CIA.
Bahkan, nama-nama orang yang bekerja serta alamat anggota BND pun diserahkan kepada badan intelijen ‘Negeri Paman Sam’ itu.
Untuk setiap informasi negara yang diberikan kepada CIA, Reichel mendapat upah 95 ribu euro atau US$107 ribu. Uang yang didapatkan itu setara dengan Rp1,4 miliar.
Sekitar 200 dokumen yang telah dikirim ke CIA tergolong data-data yang sangat sensitif. Bahkan, Reichel layak disebut ‘sang pengkhianat negara’ karena ia juga memberikan data strategi kontraspionase yang menjadi pegangan BND.
Bagaimana dengan informasi yang diserahkan kepada badan intelijen ‘Negeri Beruang Merah’? Pria berusia 32 tahun itu mengaku telah mengirim tiga dokumen penting kepada SVR RF.
Pihak pengadilan menyimpulkan Reichel telah melakukan pengkhianatan dan pelanggaran sebagai agen rahasia negara Jerman. Tak hanya itu, ia telah melakukan lima tindak korupsi. Pengadilan mengatakan aksi Reichel berisiko ‘kerugian serius’ bagi keamanan eksternal Jerman.
Jaksa mengajukan tuntutan hukuman 10 tahun. Namun, hakim hanya memvonis delapan tahun hukuman penjara. Alasannya, Reichel tidak punya catatan kejatahan lain dan telah mengakui kesalahannya. (AFP/Deri Dahuri/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved