Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara (Korut) meluncurkan dua rudal balistik ke arah Laut Timur atau Laut Jepang, Jumat (18/3). Peluncuran ini dilakukan beberapa hari setelah Presiden Korut Kim Jong-un memerintahkan uji coba hulu ledak nuklir dan rudal pascakeberhasilan uji coba sebelumnya.
Dua rudal itu diluncurkan dari Sukchon, Barat Daya Pyongyang, pada pukul 5.55 pagi waktu setempat. Rudal meluncur sejauh 800 kilometer menuju Laut Timur yang juga disebut sebagai Laut Jepang.
Tidak ada konfirmasi tipe rudal yang diluncurkan. Namun, kantor berita Yonhap Korsel mengutip sumber militer yang mengatakan Korut meluncurkan rudal Nodong, yaitu rudal jenis Scud yang diperbesar dengan jangkauan maksimum 1.300 kilometer.
"AS melacak peluncuran dua rudal balistik dari Korut. Keduanya diyakini berjenis Nodong MRBMs," kata pejabat Kementerian Pertahanan AS yang tidak ingin disebut identitasnya.
"Peluncuran ini merupakan pelanggaran beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB," tambah pejabat itu.
Peluncuran rudal Korut kali ini bisa jadi lebih provokatif karena mulai mendekati Jepang. Uji coba rudal dengan jenis yang sama dilakukan terakhir pada Maret 2014, saat dua rudal diluncurkan ke arah yang sama, Laut Timur.
Pihak Kementerian Luar Negeri AS mengatakan, pihaknya mengawasi secara dekat tiap situasi di Semenanjung Korea. Juru bicara Kemenlu AS John Kirby mengatakan, pihaknya telah meminta Korut untuk menghentikan aksi itu.
"AS tetap siaga menjalankan komitmen untuk membela sekutunya, termasuk Republik Korea dan Jepang. Kami akan melanjutkan koordinasi secara dekat dengan sekutu dan rekan di kawasan," pungkas Kirby.
Ketegangan militer telah meningkat di Semenanjung Korea sejak Korut melakukan uji coba nuklir keempat pada 6 Januari. Sebulan berikutnya, Korut meluncurkan uji coba rudal balistik jangkauan panjang yang diduga disamarkan.
Awal bulan ini, Dewan Keamanan PBB merespons tindakan Korut dengan memberlakukan sanksi keras. Bahkan, Presiden AS Barack Obama menandatangani perintah, Rabu (16/3), untuk mengimplementasi sanksi PBB sebagaimana rangkaian sanksi unilateral AS berdasarkan Kongres lainnya.
Pyongyang telah menebar ancaman nuklir baik kepada Korsel dan Washington. Latihan militer antara Korsel dan AS dianggap Korut sebagai provokatif menuju penyerbuan. Untuk menunjukkan kemarahan, Korut pun meluncurkan dua rudal jangkauan pendek ke arah Laut Timur pada 10 Maret.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved