Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 120 ribu tahun lalu, di lokasi yang kini menjadi Arab Saudi, sekelompok homo sapiens berhenti untuk minum dan mencari makan di sebuah sungai dangkal yang juga kerap didatangi unta, bison, dan gajah.
Manusia purba itu berburu mamalia besar namun tidak bertahan lama di lokasi itu. Mereka hanya menjadikan sungai itu sebagai tempat istirahat sebelum melakukan perjalanan yang lebih panjang.
Penjelasan detail itu disampaikan para peneliti dalam jurnal Science Advances yang terbit pada Rabu (16/9) setelah ditemukannya jejak manusia dan hewan purba di Gurun Nefud.
Jejak itu memberi informasi baru mengenai rute yang diambil nenek moyang manusia saat mereka meninggalkan Afrika.
Baca juga: Kemenangan Politik Trump di Timur Tengah
Saat ini, Peninsula Arab adalah gurun gersang yang tidak akan bisa dihuni manusia dan hewan purba yang mereka buru.
Namun, para peneliti, selama dekade terakhir, menemukan bahwa karena variasi iklim, Peninsula Arab lebih hijau ketimbang saat ini.
"Pada satu waktu di masa lalu, gurun pasir itu berubah menjadi lahan hijau yang memiliki sungai dan danau," ujar salah satu peneliti, Richard Clark-Wilson dari Royal Holloway.
Penulis utama penelitian itu Mathew Stewart dari Max Planck Institute for Chemical Ecology, Jerman, mengatakan bahwa jejak itu ditemukan pada 2017 setelah terjadi erosi pada sedimen di sungai kuno yang diberi nama Alathar.
"Jejak adalah bentuk unuk dari fosil yang bisa memberi kita gambaran mengenai masa lalu, biasanya mewakili beberapa jam atau hari, sesuatu yang tidak kita dapat dari fosil lainnya," ujarnya.
Secara total, tujuh dari ratusan jejak yang ditemukan dipastikan berasal dari manusia purba termasuk empat yang jika dilihat dari kesamaan orientasi dan jarak dari satu sama lain membuktikan bahwa ada dua atau tiga individu yang melakukan perjalanan bersama-sama. (AFP/OL-1)
Penemuan fosil langka Cimolodon desosai di Baja California mengungkap rahasia mamalia bertahan hidup saat kepunahan massal dinosaurus 66 juta tahun lalu.
Ilmuwan temukan fosil gurita raksasa Nanaimoteuthis haggarti sepanjang 19 meter di Jepang. Simak evolusi dan peran predator puncak lautan purba ini.
Fosil Breugnathair elgolensis ditemukan di Isle of Skye dan diperkirakan berusia sekitar 167 juta tahun, berasal dari periode Jurassic Tengah.
Penemuan fosil echidna raksasa yang tersembunyi selama 100 tahun akhirnya terungkap. Temuan ini mengubah pemahaman ilmuwan tentang sejarah prasejarah Australia.
Pendaki di Alpen Italia menemukan jejak ekosistem lengkap berusia 280 juta tahun. Dari reptil hingga jejak hujan purba, temuan ini bikin ilmuwan tercengang.
Di lokasi yang berada sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut tersebut, para ilmuwan menemukan harta karun berupa jejak kaki dari setidaknya lima spesies hewan yang berbeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved