Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN Rusia mulai meninggalkan Suriah setelah pengumuman mengejutkan Presiden Vladimir Putin untuk menarik pasukannya dari negeri yang telah dilanda perang saudara selama lima tahun itu, Senin (14/3). Kelompok pertama pasukan Rusia lepas landas dari Pangkalan Udara Hmeimim, kemarin (Selasa, 15/3).
"Kelompok pertama pesawat Rusia telah terbang dari Pangkalan Udara Hmeimim ke pangkalan permanen mereka di wilayah Federasi Rusia," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
Sampai saat ini, belum ada perincian jumlah pasukan dan pesawat yang akan ditarik dari Pangkalan Udara Hmeimim di Provinsi Latakia. Juga, tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang batas waktu penarikan pasukan tersebut. Namun, Putin memastikan pangkalan udara itu dan pangkalan angkatan laut di Tartus akan tetap beroperasi. Dalam tayangannya, TV Rusia menunjukkan adanya aktivitas pengisian bahan bakar dan pemuatan beberapa peti perlengkapan dan barang.
Pesawat akan melakukan penerbangan ke Rusia dengan jarak lebih dari 5.000 kilometer--dalam kelompok-kelompok kecil disertai pesawat transportasi Il-76. Tak hanya itu, pesawat pengebom taktis Su-24, pesawat tempur Su-25 dan Su-34, serta helikopter juga diterbangkan kembali ke Rusia.
Negara-negara Barat yang masih bertanya-tanya dengan langkah Rusia tersebut mengatakan bahwa langkah itu bisa memberikan tekanan kepada Suriah untuk terlibat dalam perundingan damai di Jenewa, Swiss.

Rusia, sebagai sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad, menolak menanggapi berbagai spekulasi bahwa ada keretakan di antara kedua negara.
Rusia sebaliknya secara meyakinkan mengatakan bahwa langkah itu disepakati bersama oleh kedua negara. Dalam sebuah pernyataan, pemerintah Suriah mengatakan rencana itu disepakati di antara kedua negara.
Bantuan pasukan udara Rusia mendukung Al-Assad sejak September 2015 lalu untuk merebut kembali wilayah yang sudah dikuasai kelompok pemberontak. Tidak ada angka pasti mengenai jumlah personel yang dikerahkan Rusia, tetapi Amerika Serikat memperkirakan Rusia mengirimkan 3.000 sampai 6.000 pasukan.
Intensifikasi proses
Di Jenewa, pembicaraan untuk mengakhiri konflik terus berlanjut. Utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura berharap dapat bertemu dengan organisasi kelompok oposisi, Komite Tinggi Negosiasi. Mistura sebelumnya telah menggambarkan upaya perundingan damai tersebut sebagai 'momen kebenaran' dan memperingatkan bahwa tidak ada 'rencana B' jika sampai perundingan damai itu gagal, dengan satu-satunya alternatif kembalinya perang.
Sementara itu, Komisi Penyelidikan PBB terhadap Suriah akan menyampaikan laporan mereka terkait dengan kejahatan perang yang dilakukan semua pihak yang terlibat dalam perang Suriah kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB. (AFP/BBC/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved