Promigran, Merkel Kalah di Pemilu Regional Jerman

Thomas Harming Suwarta
16/3/2016 09:16
Promigran, Merkel Kalah di Pemilu Regional Jerman
(AFP/ODD ANDERSEN)

KANSELIR Jerman Angela Merkel berkukuh dengan kebijakannya terkait dengan pengungsi yang selama ini dituding sangat liberal. Bahkan, ia tidak mundur sedikit pun, meski itu berdampak pada kekalahan dalam pemilihan umum regional.

Kebijakan Merkel yang promigran telah membuat masyarakat Jerman kecewa. Tak pelak lagi, dalam pemilu regional, partai antimigran, Alternative fur Deutschland atau Alternatif untuk Jerman (AfD) mendapat dukungan suara cukup signifikan.

Sebaliknya, raihan suara Partai Persatuan Demokrat Kristen (CDU) Jerman yang mendukung Merkel menyusut. Tidak pelak lagi, partai berkuasa itu menderita kekalahan di dua dari tiga negara bagian dalam pemilu yang dilaksanakan Minggu (13/3).

CDU harus merasakan hasil pahit pemilu. Justru Partai AfD mendapat dukungan yang meningkat. Padahal, AfD belum lama telah melontarkan pernyataan yang tidak manusiawi yang meminta aparat polisian menembak para migran yang hendak memasuki Jerman.

Surat kabar Bild menggambarkannya sebagai hari horor bagi Merkel. Pasalnya, Kanselir Jerman itu berulang kali diminta untuk mengubah taktik, tetapi hal itu tidak juga digubris. "Saya pikir bahwa ini pendekatan yang benar," kata Merkel kepada wartawan.

Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa di Brussels, Belgia, Kamis (17/3), Kanselir Austria Werner Faymann mengatakan Merkel harus putuskan bahwa Jerman tidak lagi bersedia menerima kedatangan imigran tanpa pembatasan kuota.

Sementara itu, sebuah ledakan hebat telah terjadi di sebelah barat Distrik Charlottenburg, Berlin, Jerman, pada jam sibuk, Selasa (15/3). Ledakan yang berasal dari sebuah mobil sedan VW berwarna perak itu menewaskan sopir yang mengemudikan mobil tersebut.

Mengutip situs ABC News, Selasa (15/3), ledakan terjadi pada pukul 08.00 waktu setempat di pusat ibu kota Jerman. Juru bicara Kepolisian Berlin, Carsten Mueller, mengatakan pihaknya menduga ledakan berasal dari bahan peledak yang disimpan dalam mobil.

"Kami masih berusaha menemukan identitas pria yang tewas dalam ledakan," kata Mueller. Dia juga mengatakan penyidik telah memeriksa kendaraan, tapi tidak menemukan bahan peledak lain.(AFP/ABCNews/Ths/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya