Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BERAKHIRNYA gerhana matahari total (GMT) yang terjadi Rabu (9/3), para peneliti justru baru memulai pekerjaan penting untuk mengungkap dampak peristiwa langka tersebut.
Seperti diungkapkan C Alex Young, pakar matahari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kepada laman space.com, Rabu (9/3). Menurutnya, para peneliti bekerja keras untuk mengungkap dampak dari tertutupnya matahari oleh bulan selama sekitar 4 menit. NASA melakukan pengamatan gerhana tersebut dari Pulau Woleai, di Micronesia.
Menurut Young, para peneliti NASA memasang peralatan di jalur gerhana matahari untuk mengungkap atmosfer luar matahari, yang disebut korona. Korona ini normalnya sekitar satu juta kali lebih gelap daripada sang surya.
"Bagian dari atmosfer matahari ini sangat penting karena di sinilah semua kejadian berlangsung," papar Young. "Dari sinilah erupsi matahari, nyala matahari, ejeksi massa korona dan semua bagian yang menyusun cuaca matahari berasal."
Korona hanya bisa dilihat dari bumi saat GMT terjadi. Bagi NASA, GMT di Indonesia ini menjadi ajang bagi uji coba teleskop baru mereka. Teleskop itu nantinya akan digunakan untuk mengamati 'Gerhana Matahari Besar Amerika' Agustus tahun depan (2017). Fenomena langka itu akan terjadi di seluruh daratan Paman Sam. "Kami sangat tertarik dan sangat menantikan peristiwa (Gerhana Matahari Besar Amerika) itu," ujar Young.
Dia menambahkan, banyak hal menarik terjadi selama GMT. Misalnya, kata Young, karena gelap total, orang bisa melihat bintang dan merasakan penurunan suhu. Bagi hewan, mereka akan mengira itu malam hari, dan mereka bisa tiba-tiba diam. Suara jangkrik dan kodok akan menggantikan suara burung.
Charlotte Vermeulen, pakar biologi di Artis Zoo, Amsterdam, Belanda mengatakan, capung akan bersembunyi, semut kembali ke sarang mereka, domba akan kembali ke kandang mereka. Hal itu terlihat saat gerhana matahari 98% terjadi di Amsterdam pada Agustus 1999. (Hde/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved