Istana Klarifikasi soal Boikot Israel

Rudy Polycarpus
09/3/2016 18:47
Istana Klarifikasi soal Boikot Israel
(MI/Susanto)

STAF Khusus Presiden bidang komunikasi Johan Budi SP menandaskan, Presiden Joko Widodo tidak pernah menyerukan agar negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memboikot produk Israel. Pernyataan Johan meluruskan pidato Jokowi di forum KTT Luar Biasa OKI, Senin (7/3). Menurut Johan, produk yang dimaksud Jokowi ialah kebijakan di tanah Palestina dan bukan produk berupa barang.

"Yang dimaksud itu bukan produk, bukan barang. Yang saya lihat dimaknai sebagai produk barangnya Israel diboikotkan, sebenarnya. Jadi, bukan boikot produk kayak makanan gitu. Konteksnya kan boikot kebijakan, larangan Israel di Palestina," ujar Johan, Rabu (9/3).

Johan menegaskan, publik salah menerjemahkan pernyataan Jokowi tersebut. Karena aksi boikot yang dimaksud Presiden ialah yang berkaitan dengan kebijakan Israel di tanah pendudukan Palestina. Boikot itu dimaksudkan pada dukungan kemerdekaan Palestina dari Indonesia. Johan mencontohkan boikot kebijakan yang dimaksud misalnya larangan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa. Menurut dia, keputusan memboikot kebijakan Israel atas Palestina sudah disepakati dalam KTT OKI.

"Jadi, OKI itu harus berperan aktif, salah satunya keberadaan OKI harus punya kontribusi terhadap Palestina. Saya gak tahu kemudian diterjamahkan untuk memboikot barang," tandasnya.

Dalam penutupan KTT OKI Senin, Presiden Jokowi mengatakan OKI perlu meningkatkan tekanan terhadap Israel, misalnya dengan melakukan boikot produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan.

Presiden mengatakan terdapat urgensi bagi OKI untuk meningkatkan dukungan terhadap Palestina melalui sejumlah langkah konkret, yaitu penguatan tekanan terhadap Israel, termasuk boikot terhadap produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan. (Pol/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya