Atasi Pembalakan Liar, Heli Tempur Dikerahkan

AFP/Aya/I-1
26/2/2016 06:39
Atasi Pembalakan Liar, Heli Tempur Dikerahkan
(AFP/MANDEL NGAN)

PERDANA Menteri Kamboja Hun Sen, kemarin, mengesahkan penggunaan helikopter tempur guna menindak keras penebangan ilegal hutan yang merajalela di kawasan Mekong.

Hun Sen menunjuk Wakil Komandan Angkatan Bersenjata Sao Sokha dan Kepala Polisi Militer untuk melaksanakan tugas mengurangi penebangan liar dan penyelundupan kayu.

"Kami menyadari sepenuhnya bahwa para pelaku penebangan hutan secara ilegal harus dihukum. Saya telah memberikan dua helikopter kepada Sao Sokha dan saya berikan otorisasi untuk menembak," kata Hun Sen, kemarin.

Perdagangan kayu yang kerap memicu aksi kekerasan dan melibatkan aksi suap di kalangan pejabat kehutanan dan petugas perbatasan telah mengakibatkan musnahnya seperempat hutan di Kamboja.

Hun Sen mengaku telah menyita hampir 1 juta hektare lahan perusahaan swasta.

Hun Sen pun mengakui perdagangan kayu dan penebangan hutan secara ilegal terjadi bukannya tanpa sepengetahuan petugas.

"Kayu-kayu itu sangat besar, lantas di mana mata para polisi, polisi militer, pejabat kehutanan, dan menteri lingkungan? Apakah mereka semua sama saja dengan para penebang?" seru Hun Sen.

Sepanjang beberapa dekade terakhir, penebangan hutan menjadi penyebab menipisnya hutan-hutan di Kamboja.

Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada 1990 lahan hutan di Kamboja tersisa 73%.

Luasan wilayah itu lantas anjlok hingga tersisa hanya 57% pada 2010.

Penyelidikan kasus perdagangan kayu dan pene-bangan hutan secara liar di Kamboja kerap kali berisiko.

Sejumlah aktivis terbunuh setelah meng-ekspos beberapa kasus penebangan liar.

Pada November 2015, seorang polisi hutan dan petugas kepolisian yang tengah menyelidiki kasus pembalakan liar (illegal logging) di Kamboja terbunuh.

Setidaknya 10 orang, termasuk seorang tentara, telah ditangkap terkait dengan kasus pembunuhan tersebut.

Penebangan hutan yang merajalela, menurut para aktivis, bukan tanpa campur tangan pemerintah Kamboja.

Pemerintah ke-rap dihujani kritik karena mengeluarkan izin kepada perusahaan-perusahaan swasta untuk membebaskan lahan seluas ribuan hektare, termasuk lahan yang dinyatakan sebagai zona terlindungi.

Lahan-lahan itu dibebaskan supaya dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, dari membuka perkebunan karet, tebu, hingga pembangunan bendungan untuk pembangkit tenaga air.

Kelompok aktivis dan pemerhati lingkungan menghubungkan sejumlah konsesi dengan pene-bangan liar.

Pasukan bersenjata pemerintah disebut-sebut sering menjadi penjaga keamanan untuk membela perusahaan-perusahaan.

Ouch Leng, aktivis kehutanan Kamboja, merasa skeptis akan langkah Hun Sen memberdayakan dua helikopter tempur demi memberantas penebang-an liar.

Dia menilai Hun Sen telah berkali-kali melakukan tindakan serupa, toh penebangan hutan terus terjadi.

"Kamboja telah kehilangan hampir seluruh hutannya," kata Ouch Leng.

Maraknya penebangan liar di Kamboja juga diyakini dipicu tingginya permintaan kayu langka dari Tiongkok dan Vietnam.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya