Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH korban dari penembakan massal terburuk dalam sejarah modern Kanada pada akhir pekan kemarin telah meningkat menjadi 22 orang. Para korban termasuk seorang anak berusia 17 tahun, seorang petugas kesehatan dan seorang petugas veteran Royal Canadian Mounted Police (RCMP).
Dikutip dari BBC, Rabu (22/4), pihak berwenang belum menentukan motif atas aksi kejahatan tersebut. Polisi mengatakan pria bersenjata itu mengenal beberapa korban. Penembak, seorang pria berusia 51 tahun, tewas dalam konfrontasi dengan polisi.
Baca juga: McIlroy Tolak Piala Ryder Digelar Tanpa Penonton
Royal Canadian Mounted Police (RCMP) memperbarui jumlah korban tewas dari serangan tersebut dalam sebuah pernyataan pada Selasa.
Polisi sebelumnya memperingatkan jumlah orang yang tewas bisa bertambah ketika mereka mencari 16 tempat kejadian perkara yang terpisah di utara dan tengah Nova Scotia.
Usaha mereka juga terhambat oleh fakta bahwa ada sejumlah kebakaran, sekitar lima, menurut polisi. Investigasi penuh mungkin memakan waktu berbulan-bulan. (BBC/OL-6)
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Mantan anggota Polri Robig Zaenudin dipindahkan ke Nusakambangan karena diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas Semarang.
Tragedi penembakan terjadi di Shreveport yang menewaskan delapan anak dalam insiden yang diduga dipicu konflik rumah tangga, pada Minggu (19/4).
Aktor Ethan Jamieson ditangkap atas tuduhan penyerangan bersenjata di Carolina Utara. Ia diduga menembak tiga pria dengan pistol 9mm.
Baku tembak pecah di dekat Konsulat Israel di Istanbul. Dua penyerang tewas dan dua polisi terluka. Pelaku gunakan senjata laras panjang di pusat bisnis Turki.
Rekaman video terbaru dari Minneapolis membuktikan agen ICE memberikan pernyataan palsu di bawah sumpah terkait penembakan dua imigran. Skandal ini mengguncang "Operation Metro Surge".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved