Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TURKI kembali diguncang bom. Enam tentara tewas dan beberapa terluka akibat ledakan bom di pinggir jalan di Provinsi Diyarbakir, Turki sebelah tenggara, Kamis (18/2) waktu setempat.
Ledakan tersebut hanya berselang sehari dari ledakan bom di pusat Kota Ankara, Rabu (17/2), yang menargetkan kendaraan militer lantas menewaskan sedikitnya 28 orang dan 61 orang terluka.
Soal pelaku sederet serangan itu, pemerintah Turki menuduh Partai Pekerja Kurdi (PKK) yakni kelompok separatis yang dimasukkan daftar organisasi teroris oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE).
Otoritas Turki telah memerangi gerakan PKK selama beberapa dekade.
Kantor berita Turki Anadolu menyatakan pemerintah meyakini aksi serangan bom tersebut dilakukan kelompok Kurdi di Suriah.
Ankara menyatakan serangan juga melibatkan anggota Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), kelompok bersenjata Kurdi yang berada di Suriah.
Adapun anggota PKK bergerak di wilayah Turki.
"Terungkap bahwa anggota YPG menyusup dari Suriah dengan anggota PKK untuk melakukan serangan ini," kata Perdana Menteri (PM) Turki Ahmet Davutoglu.
Dia juga menyebut anggota YPG yang menyeberang dari Suriah itu bernama Saleh Najar yang merupakan kelahiran Suriah.
Setelah serangan di Ankara yang menewaskan 28 orang, Turki langsung melakukan aksi balas dendam.
Sejumlah jet tempur Turki dikerahkan untuk menggempur posisi kelompok PKK yang berafiliasi dengan YPG di wilayah utara Irak.
Kelompok YPG ialah sayap bersenjata dari Partai Uni Demokratik (PYD) yang beranggotakan sekitar 30 ribu personel.
Kelompok yang propemerintah Suriah itu mendapat dukungan dari Amerika Serikat termasuk memperoleh bantuan senjata untuk melawan kelompok radikal Islamic State (IS).
Staf jenderal Turki secara anonim mengatakan ada 60 sampai 70 orang termasuk tokoh-tokoh utama PKK akan menjadi target penangkapan.
Anadolu melaporkan, sejak Rabu (17/2), tentara Turki telah berjaga-jaga dan siap menangkap tokoh-tokoh Kurdi di daerah
Turki yang berbatasan dengan daerah Haftanin, Irak Utara.
Wilayah utara Irak merupakan daerah permukiman mayoritas warga Kurdi.
Etnik Kurdi tinggal dan menetap secara tersebar di beberapa daerah di Turki, Suriah, Iran, dan Irak.
Masyarakat Kurdi telah lama menuntut wilayah untuk dijadikan negera merdeka Kurdi.
Kendati pelaku serangan bom di Turki mengarah ke kelompok bersenjata Kurdi, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.
Kelompok Kurdi yang terdiri dari PYD, PYG, dan PKK membantah tuduhan PM Davutoglu.
Segera diumumkan
Pemimpin sekaligus satu dari lima pendiri PKK, Cemil Bayik, menegaskan organisasinya tidak mengetahui siapa pelaku pengeboman di Turki.
"Kami mengetahui ada orang yang melakukan aksi tersebut sebagai balas dendam pembunuhan massal warga Kurdi," kata Bayik dalam wawancara dengan kantor berita afiliasi PKK, Firat, kemarin.
"Mereka yang melakukan serangan itu mungkin akan segera mengumumkan alasan," jelas Bayik tanpa memberi penjelasan secara mendetail.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak bantahan dari kelompok Kurdi.
Ia meyakini pelaku pengeboman itu ialah kelompok Kurdi berdasarkan bukti yang diungkapkan Kementerian Dalam Negeri Turki.
Setelah insiden ledakan bom di Ankara, aparat keamanan Turki telah menangkap 14 orang.
Erdogan mengatakan jumlah orang yang akan ditangkap bakal bertambah.
(AFP/AP/CNN/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved