Paus Fransiskus Kecam Donald Trump

AFP/Aya/I-1
20/2/2016 00:45
Paus Fransiskus Kecam Donald Trump
(AP/Alessandro Di Meo)

PEMIMPIN Katolik sedunia Paus Fransiskus mengecam rencana kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, untuk membangun dinding pembatas di sepanjang perbatasan Meksiko dan AS.

"Barang siapa, siapa pun itu, yang hanya ingin membangun dinding (pembatas) dan bukan jembatan, ia bukanlah seorang Kristen," seru Paus, Kamis (18/2), dalam perjalanan pulang pascakunjungannya di Meksiko selama lima hari.

Di sana, Paus berkhotbah tentang tragedi kemanusiaan yang dialami para migran akibat aksi kekerasan di seluruh dunia.

Berkali-kali, Trump berseru bakal mencegah masuknya migran ilegal dari Meksiko ke AS dengan membangun dinding pembatas pada perbatasan Meksiko-AS sepanjang 3.100 kilometer.

Sepertiga dari bentangan garis perbatasan itu kini telah dilengkapi pagar berkeamanan tingkat tinggi.

Meski begitu, Paus tidak mencampuri pilihan masyarakat dalam pemilihan presiden.

"Memilih atau tidak memilih dia (Trump), saya tidak akan ikut campur. Saya hanya mengatakan jika ia menyerukan soal (dinding pembatas) itu, ia bukan seorang Kristen," tambah Paus.

Trump menanggapi dengan keras pendapat Paus itu.

Menurut Trump, mempertanyakan keyakinan seseorang seperti yang dilakukan Paus yang merupakan pemimpin agama, "Ialah hal yang memalukan."

Trump juga mengutarakan, kalau sampai Vatikan diserang kelompok ekstremis Islamic State, Paus Fransiskus pasti berharap Trump yang menjadi presiden AS.

"Karena itu (Vatikan diserang IS) tidak akan terjadi (jika saya jadi presiden)," kata Trump.

Hanya berselang beberapa jam dari tanggapannya itu, dalam sebuah acara, Trump malah memuji sosok Paus.

"Paus Fransiskus merupakan pria yang luar biasa. Saya sangat menghormati Paus," tutur Trump.

Namun, di sisi lain, menurut Trump, Paus ketinggalan informasi dan tidak sadar ada pengaruh buruk dari obat-obatan terlarang yang dibawa dari Meksiko dan masuk ke AS.

Isu keamanan, kata Trump, ialah alasan perlunya dibangun dinding pembatas di perbatasan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya