Tabrakan di Jalur Tol 71 Orang Tewas

AFP/Ths/I-3
20/2/2016 00:35
Tabrakan di Jalur Tol 71 Orang Tewas
(Ilustrasi MI)

SEDIKITNYA 71 orang tewas dan 13 orang mengalami luka kritis akibat tabrakan maut di Ghana, Rabu malam (17/2) waktu setempat.

Tabrakan antara bus penumpang dan truk bermuatan tomat itu terjadi di jalan tol di Kota Kumasi, kota terbesar kedua di Ghana.

Kejadian itu ialah kecelakaan di jalan yang memakan korban jiwa paling banyak yang pernah terjadi di negara tersebut.

"Berdasarkan laporan terakhir yang kami terima, ada 71 orang meninggal dan 13 orang kondisi kritis," ujar juru bicara kepolisian setempat, Cristopher Tawiah.

"Kejadian ini sangat serius. Banyak di antara mereka meninggal," ujar Tawiah.

Ia menceritakan betapa mengerikannya kejadian itu. Bahkan, polisi dan petugas pemadam kebakaran harus melalui reruntuhan mobil untuk mengevakuasi para korban.

"Kami harus menggunakan gergaji untuk memotong bagian bus yang sudah hancur untuk mengevakuasi tubuh korban tewas dan korban yang masih selamat," jelas Tawiah.

Petugas tim medis membawa sejumlah korban yang mengalami luka serius ke empat rumah sakit berbeda di wilayah itu.

Hasil penyelidikan sementara menyebutkan kecelakaan maut itu disebabkan bus penumpang melaju dengan kecepatan tinggi.

Salah seorang saksi mata menyebutkan bus operasional pemerintah itu melaju kencang dan menyalip di sebuah tikungan tajam.

Sementara itu, truk bermuatan tomat melaju dari arah berlawanan sehingga tabrakan pun tak terhindarkan.

Setelah kejadian tersebut, kondisi jalan tol tengah Kota Kumasi pun dipenuhi tomat-tomat merah yang hancur yang berserakan.

Presiden Ghana John Mahama melalui pesannya di Twitter-nya mengatakan kecelakaan itu ialah berita yang sangat menyedihkan dan menyatakan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan sahabat dari para korban baik yang tewas maupun sedang dalam keadaan kritis.

Ghana termasuk negara dengan jalan-jalan tol yang menelan banyak korban tewas.

Penyebabnya ialah jalan tol yang dibangun di negara itu sangat sempit dan kondisinya tidak baik.

Kondisi itu menyebabkan pengemudi sulit mengendalikan kendaraan dalam kecepatan tinggi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya