Smartphone Termurah Sejagat Raya

India Today/Wendy Mehari Utami/I-3
20/2/2016 00:20
Smartphone Termurah Sejagat Raya
(AP/Saurabh Das)

PONSEL pintar paling murah sejagat raya. Itulah julukan ponsel satu ini. Namanya Freedom 251.

Pembuatnya, Ringing Bells yakni produsen ponsel pintar yang bermarkas di Negara Bagian Uttar Pradesh, India Utara.

Ringing Bells didirikan pada 2015 dengan sejumlah produk, tapi Freedom 251 yang paling menggebrak.

Harga ponsel yang diluncurkan Rabu (17/2) di Taman Nehru, New Delhi, itu cuma Rs251.

Itu berarti US$3,66 atau sekitar Rp49.428 saja.

Dengan harga semurah itu, ditambah sistem operasi Lolipop Android 5.1 dilengkapi kamera depan beresolusi 3,2 megapiksel dan kamera belakang 0,3 megapiksel, juga baterai 1.450 mAh, Freedom 251 jadi gebrakan.

Hanya sehari setelah Freedom 251 diluncurkan, perusahaan mengklaim sudah ada 30 ribu pemesanan.

Laman pemesanan pun sempat crash gara-gara mendapatkan 600 ribu hit per detik, lantas kembali normal pada malam harinya.

Harga ponsel dengan layar berukuran 4 inci yang dioperasikan prosesor quad-core 1,3 GHz, RAM 1 GB, dengan kapasitas penyimpanan 8 GB yang bisa diperbanyak hingga 32 GB dengan kartu microSD itu memang mengejutkan.

Menurut Ashok Chadha, Presiden Ringing Bells, "Freedom 251 memanfaatkan betul fasilitas dari Make In India dan Startup India."

Make In India ialah inisiatif pemerintah yang bertujuan mendorong perusahaan-perusahaan multinasional dan domestik untuk membuat produk di India.

Inisiatif itu diluncurkan Perdana Menteri Narendra Modi pada 25 September 2014.

Menurut Chadha, biaya pembuatan satu perangkat Freedom 251 berkisar Rs2.500.

Perusahaan menggunakan model bisnis ekonomi skala, economy of scale, sehingga ponsel bisa dijual dengan harga jauh di bawah itu.

"Dengan memproduksi di pabrik sendiri, ongkos produksi sudah dihemat Rs400. Penjualan juga dilakukan dengan platfrom e-commerce milik sendiri sehingga tidak ada distributor dan kami menghemat Rs480. Platform itu pun banyak digunakan perusahaan lain sehingga kami bisa menggunakan pemasukan dari situ untuk produksi, maka kami yang mengover Rs700-Rs800 selebihnya," papar Chadha.

Secara tampilan, ikon-ikon pada Freedom 251 amat mirip dengan produk keluaran perusahaan raksasa Apple.

Maka muncul pertanyaan soal pelanggaran hak kekayaan intelektual (HKI) yang justru dijawab dengan pengakuan.

"Kami menggunakan ikon-ikon Apple karena Apple belum mematenkan desainnya," kata Kepala Teknik Ringing Bells Vikas Sharma.

Pada lamannya soal HKI, Apple jelas-jelas menyebut paten atas desainnya, bahkan sampai ke paten atas lengkung pada sudut-sudut layar Ipad, serta ikon-ikon aplikasinya.

Ringing Bells juga belum mejawab soal lisensi dari Apple.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya