Pembobol Data Agen AS Ditangkap, Pelaku Remaja 15 Tahun

MTVN
15/2/2016 09:20
Pembobol Data Agen AS Ditangkap, Pelaku Remaja 15 Tahun
(AFP/MANDEL NGAN)

Hacker yang membobol dan menyebarkan data 30.000 nama agen pemerintah Amerika Serikat berhasil dibekuk. Pelaku ternyata seorang remaja laki-laki berusi 15 tahun yang tinggal di Inggris.

Seperti diberitakan SlashGear (Sabtu 13/2), nama sang hacker tidak disebutkan, tetapi dia dikabarkan menggunakan nama "Cracka" dan merupakan pemimpin dari sekelompok hacker yang disebut "Crackas with Attitude". Hacker muda tersebut ditangkap atas tuduhan terkait 3 serangan siber yang berbeda yang terhubung dengan agen pemerintah AS.

Cracka dipercaya berhasil meretas email pribadi John Brennan, CIA Director, pada bulan Oktober tahun lalu. Selain itu, dia juga dikabarkan berhasil meretas akun-akun milik James Clapper, Director of National Intelligence di bulan Januari kemarin.

Sebelum ini, grup Cracka telah menghubungi The Daily Dot dan Motherboard, menyatakan bahwa merekalah pihak yang bertanggung jawab atas penyebaran informasi pribadi dari para agen FBI dan DHS.

The Daily Dot mengatakan bahwa Unit Kriminalitas Terorganisasi Kawasan Tenggara Inggris telah mengkonfirmasi akan penangkapan ini. Mereka juga percaya sang hacker memiliki hubungan dengan penyerangan siber yang terjadi di AS.

Sayangnya, mereka tidak menyebutkan informasi lain. Berdasarkan sumber Daily Dot, setelah penangkapan, sang hacker ditanyai oleh polisi selama beberapa jam sebelum dilepaskan tanpa syarat.

Sebelumnya, pada hari Minggu (7/2/2016), seorang hacker tanpa nama merilis informasi milik lebih dari 20.000 karyawan FBI (Federal Bureau of Investigation) dan 9.000 pekerja DHS (Department of Homeland Security).

Sehari sebelumnya, dia memang telah membuat ancaman akan melakukan hal ini. Informasi yang dia rilis berisi nama, pekerjaan, alamat email dan nomor ponsel. Saat ini, masih belum diketahui apa alasan sang hacker merilis informasi ini.

Selain itu, sang hacker juga mengaku bahwa dia memiliki ratusan GB data dari komputer DOJ (Department of Justice), meski saat ini, informasi yang dia klaim dia miliki belum dirilis. Sebagian besar pekerja yang datanya bocor adalah orang-orang yang memiliki pekerjaan dalam bidang non-publik, termasuk 1.000 orang pekerja FBI yang memiliki tugas untuk melakukan analisa data intelijen.(OL-05)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya