Gempa Landa Taiwan, Belasan Tewas

AFP/Ant/Pra/I-3
07/2/2016 06:45
Gempa Landa Taiwan, Belasan Tewas
(AFP/CTI TV)

JELANG perayaan Tahun Baru Imlek, warga Taiwan diselimuti duka. Hal itu disebabkan dua hari sebelum pergantian tahun itu, kemarin pukul 03.57 waktu setempat, gempa berkekuatan 6,4 pada skala Richter mengguncang wilayah selatan negara tersebut. Setidaknya 11 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 400 orang cedera akibat gempa yang berpusat di Distrik Meinong dengan kedalaman 17 kilometer.

Kerusakan terparah terjadi di wilayah Tainan. Sebuah gedung apartemen berlantai 17 roboh.

Sembilan dari seluruh korban tewas, termasuk seorang bayi berusia 10 hari, ialah para penghuni apartemen yang roboh tersebut. Dua korban lainnya tewas karena tertimpa reruntuhan di bagian lain Kota Tainan.

"Kami mengkhawatirkan seluruh anggota keluarga para penghuni yang tengah berkumpul mengingat sebentar lagi mereka akan merayakan tahun baru," ujar Menteri Dalam Negeri Taiwan Chen Wei-jen.

Menurut laporan pemerintah setempat, apartemen yang kini porak-poranda itu terdiri dari 100 unit dan dihuni 256 orang. Sebanyak 200 orang yang terjebak bisa dikeluarkan dengan selamat dan sekitar 30 orang diyakini masih tertimbun reruntuhan gedung tersebut.

Pemerintah telah mengerahkan 800 tentara untuk membantu proses pencarian dan evakuasi. Berbagai alat berat seperti tangga hidraulik dan derek digunakan untuk membuka reruntuhan. Mereka berharap korban selanjutnya yang mereka temukan akan berada dalam keadaan selamat.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengungkapkan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam bencana itu.

Juru bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir mengatakan pihaknya akan terus berkomunikasi dengan otoritas setempat untuk mendapatkan informasi pascabencana.

Juru bicara Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Isy Karim mengatakan KDEI di Taipei telah mendirikan posko darurat di Tainan. Pihak KDEI mengimbau WNI agar menghubungi nomor +886979407214.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya