Kolombia Dicekam Virus Zika

Haufan Hasyim Salengke
01/2/2016 02:30
Kolombia Dicekam Virus Zika
Pekerja Dinas Kesehatan sedang fumigasi terhadap nyamuk Aedes Aegypti, yang mentransmisikan virus Zika, di Cucuta, Kolombia, 30 Januari, 2016.(AFP/Schneyder Mendoza)

PEMERINTAH Kolombia mengumumkan, Sabtu (30/1) waktu setempat, lebih dari 2.000 perempuan hamil telah terinfeksi virus Zika. Laporan datang di tengah berkembangnya penyebaran virus yang diduga menyebabkan kerusakan otak permanen itu.

Institut Kesehatan Nasional melaporkan Kolombia saat ini memiliki 20.297 kasus infeksi Zika, termasuk 2.116 pada ibu hamil.

Institut mengungkapkan 1.050 kasus infeksi Zika di Kolombia dikonfirmasi dari hasil tes laboratorium, 17.115 oleh uji klinis, dan 2.132 kasus dugaan.

"Kaum perempuan menjadi pihak yang paling terdampak di Kolombia, sekitar 63,6% dari jumlah kasus," ungkap lembaga kesehatan itu.

Pemerintah memperkirakan akan ada lebih dari 600 ribu kasus Zika tambahan di Kolombia tahun ini, dan 500 kasus mikrosefali.

Awal pekan ini, otoritas Kolombia memerintahkan rumah sakit-rumah sakit di wilayah dataran rendah untuk bersiap menghadapi penyebaran penyakit Zika, yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti.

Jika melihat dampak virus yang sudah mempengaruhi 193 kota, pihak berwenang juga menyeru kepada para pasangan untuk mencoba menunda kehamilan selama enam sampai delapan bulan mendatang.

Otoritas Ekuador, El Salvador, Jamaika, dan Puerto Rico juga mengeluarkan seruan senada.

Jumlah terbaru itu, yang dilaporkan dalam buletin epidemologi milik institut itu, menempatkan Kolombia menjadi negara nomor dua yang paling terdampak Zika di kawasan Amerika Latin, setelah Brasil, yang menjadi pusat wabah.

Virus yang disebarkan oleh nyamuk itu diyakini menyebabkan terjadinya lonjakan kasus mikrosefali, yaitu kondisi yang menyebabkan bayi lahir dengan kepala dan otak lebih kecil daripada umumnya.

Mikrosefali merupakan penyakit yang tidak bisa diobati yang bisa menyebabkan kerusakan permanen terhadap perkembangan motorik dan kognitif anak.

Menyebar eksplosif

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pekan ini bahwa virus Zika menyebar secara eksplosif di kawasan Amerika. Lembaga itu memperkirakan tahun ini saja akan terjadi 3-4 juta kasus Zika.

Brasil, yang paling terdampak Zika, telah mengeluarkan peringatan pada Oktober lalu, ketika kasus-kasus mikrosefali berkembang di wilayah timur laut. Sejak itu, telah terjadi 270 kasus mikrosefali yang terkonfirmasi dan 3.448 kasus dugaan, meningkat dari 147 pada 2014.

Dengan tidak adanya vaksin dan cara pencegahan yang efektif selain menghindari gigitan nyamuk, negara Amerika Latin telah menyerukan upaya besar-besaran untuk membersihkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk.

Di Nikaragua dan Honduras, misalnya, tim relawan yang yang terdiri dari kalangan siswa, guru, dan orangtua menggalakkan aksi bersih-bersih tempat yang digenangi air.

Di Brasil, yang menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas pada Agustus, pihak berwenang telah mengerahkan pasukan kecil pekerja sanitasi melakukan hal yang sama, serta untuk fumigasi nyamuk.

Pada Jumat (29/1), Presiden Brasil Dilma Rousseff bersumpah 'memenangi perang' melawan virus itu. Namun, beberapa ahli mengkritik respons pemerintahannya dan memperingatkan Olimpiade bisa menyulut penyakit Zika tambah menyebar.

Komentar Rousseff disampaikan saat ia dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama sepakat untuk membentuk kelompok bilateral tingkat tinggi untuk mengembangkan sebuah vaksin untuk virus itu.

(AFP/Hym/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya