Bom Meledak di Tengah Perdamaian

AFP/Hym/I-2
01/2/2016 01:30
Bom Meledak di Tengah Perdamaian
Pasukan propemerintah Suriah dan warga berkumpul di lokasi bom bunuh diri di kawasan tempat suci Syiah di kota Sayyida Zeinab, di pinggiran ibu kota Damaskus, kemarin.(AFP/LOUAI BESHARA)

SETIDAKNYA 45 orang tewas dan puluhan lainnya terluka, kemarin, dalam tiga insiden serangan bom di dekat permakaman Sayyida Zeinab milik komunitas Syiah di selatan Damaskus, Suriah.

Serangan bom itu terjadi saat para delegasi perundingan damai Suriah bertemu di Jenewa, Swiss.

Kantor berita pemerintah SANA mengatakan 40 orang terluka dalam serangan bom mobil dan dua bom bunuh diri, mengutip sumber kementerian dalam negeri.

Laporan sebelumnya mengatakan lebih dari 45 orang tewas dalam ledakan.

Kantor berita itu mengatakan ledakan pertama disebabkan oleh bom mobil yang diledakkan di terminal bus di dekat permakaman.

Selanjutnya, dua orang meledakkan bom di ikat pinggang mereka ketika orangorang berkerumun di lokasi ledakan itu. Ledakan itu menyebabkan kerusakan hebat, menghancurkan kaca-kaca jendela dan menyisakan lubang besar di jalan.

Asap hitam mengepul dari belasan mobil dan sebuah bus yang hangus terbakar akibat bom itu. Ambulans hilir mudik untuk membawa korban.

Milisi IS mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan di kawasan tempat suci Syiah.

Serangan bom terjadi di saat kelompok oposisi Suriah telah tiba di Jenewa, Swiss, sehari setelah mereka memperingatkan akan menarik diri atau tidak terlibat dalam perundingan damai yang disponsori Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Perundingan damai itu melibatkan pemerintah Suriah dan blok oposisi utama, dalam hal ini HNC. Figur-figur oposisi lainnya juga telah diundang dalam kapasitas sebagai penasihat.

Namun, seorang juru bicara oposisi menyatakan mereka berkukuh pada tuntutan agar serangan udara dan aksi blokade oleh tentara rezim Presiden Bashar al-Assad dan sekutunya diakhiri. Tuntutan itu menjadi prasyarat untuk duduk di meja perundingan.

Dilaporkan para delegasi oposisi dari Komite Negosiasi Tinggi (HNC), yang didukung Arab Saudi, direncanakan agar menemui utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, kemarin.

"Jika rezim bersikeras terus melakukan kejahatan ini, kehadiran delegasi HNC di Jenewa tidak akan dijustifi kasi," ujar koordinator Riad Hijab memperingatkan dalam sebuah pernyataan, Sabtu (30/1).

"Delegasi itu akan menginformasikan De Mistura tentang niat untuk menarik tim negosiasi jika PBB dan kekuatan dunia tidak mampu menghentikan pelanggaran ini," tegasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya