Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Citra satelit menujukkan Korea Utara (Korut) sedang mempersiapkan peluncuran rudal balistik jarak jauh, media Jepang melaporkan, kemarin. Rencana itu menyusul uji coba bom termonuklir bulan ini yang memicu kritikan dan kecaman dunia internasional dan bentrokan diplomatik antara Washington dan Beijing.
Citra yang dikumpulkan selama beberapa hari terakhir menyarankan peluncuran rudal dari barat situs Dongcheng-ri bisa datang dalam waktu sekitar sepekan, Kyodo News mengatakan, mengutip sumber pemerintah Jepang yang tidak diidentifikasi.
Menurut lapOran NHK, ada peningkatan pergerakan manusia dan kendaraan di sekitar lokasi peluncuran, yang sekarang tampaknya telah ditutup. media ini mengutip sumber yang akrab dengan hubungan Jepang-Korea Selatan.
Amerika Serikat secara reguler memonitor Korut dari ruang angkasa sementara Jepang telah memulai pemantauan satelit secara khusus terhadap Pyongyang pada 2003.
Di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB, Korut dilarang melakukan peluncuran dalam bentuk apapun dengan menggunakan teknologi rudal balistik. Namun tes rudal jarak kecil yang berulangkali dilakukan 'Negeri Juche' berlalu tanpa sanksi.
Perkembangan terbaru paralel dengan peristiwa pada Desember 2012, ketika Pyongyang menempatkan satelit ke orbit dengan roket peluncur Unha-3. "Delapan hari sebelum peluncuran 2012, Pyongyang juga memasang penutup di atas fasilitas peluncurnya untuk menyembunyikan aktivitas dari pantauan satelit," kata NHK.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan Kim Minseok menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal laporan Jepang, mengatakan kementerian tidak mengomentari masalah intelijen. Dia menambahkan, bagaimanapun, bahwa militer Seoul terus memantau setiap tanda-tanda peluncuran rudal jarak jauh.
"Di masa lalu, Korea Utara selalu menembakkan rudal jarak jauh menjelang uji coba nuklir. Tapi sejak pola itu tidak berlaku kali ini, kami khawatir negara itu bisa meluncurkan satu (rudal) setelah ini, kata Kim. (AFP/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved