Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir pada perhelatan Russia-ASEAN Summit 2016 di Black Sea Resort, Sochi, Krasnodar Krai, Rusia, 19-20 Mei mendatang. Ajang dunia ini juga menandai 20 tahun hubungan Rusia dengan negara-negara ASEAN.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dijadwalkan akan melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Beberapa agenda penting akan dibahas dalam pertemuan itu terutama soal upaya memperkuat hubungan kerja sama bilateral di berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, dan keamanan.
Hal tersebut terungkap pada diskusi bertajuk "Dynamics of the Relationship Between Russia with Indonesia and ASEAN" di Moscow, Selasa (26/1) sore waktu setempat. Pada acara berdurasi 1,5 jam itu, hadir tiga panelis.
Mereka adalah Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarusia Djauhari Oratmangun, Director of the ASEAN Center in MGIMO University Victor Vladimirovic Sumsky, dan Executive Director of the Russian Business Council Victor Ivanovic Tarusin.
"Pada konferensi nanti, Presiden Jokowi akan datang. Dia telah mengirimkan surat (balasan) ke Presiden Putin untuk hadir. Kunjungan itu bisa memperkuat lagi hubungan (bilateral). Putinpun pernah ke Indonesia (di Bali) sehingga hubungan Indonesia-Rusia pun cukup dinamis," ujar Djauhari seperti dilaporkan koresponden Media Indonesia di Rusia, Iwan J Kurniawan.
Ia mengatakan hubungan Indonesia-Rusia merupakan hubungan yang sudah lama terjalin. Apalagi, Indonesia merupakan negara pengekspor berbagai produk seperti kopi, teh, dan tembakau ke Rusia. Sedangkan Rusia telah memberikan dukungan di bidang ekonomi kreatif, transportasi, pendidikan, dan sebagainya.
Keberadaan Rusia telah menjadi penting bagi dunia pariwisata Indonesia, misalnya. Pada 2011, terdapat 90.899 wisatawan asal Rusia yang datang ke Indonesia. Sedangkan pada 2012 mencapai 94.330 wisatawan, 2013 (93.622 wisatawan), 2014 (88.775), dan 2015 sebanyak 51.567 (hingga Oktober 2015). "Dengan adanya Russia-ASEAN Summit ini, kita berharap agar Indonesia bisa mendapatkan dampak positif pariwisata di tahun 2016 ini," tandas Djauhari.
Terkait rencana kedatangan Jokowi dan pemimpin tinggi negara ASEAN, Rusia pun juga telah menjanjikan untuk tetap menjaga stabilitas keamanan. Isu teroris pun memang masih menjadi penting.
Tak ayal, langkah-langkah strategis akan dibahas pula lewat berbagai pertemuan internal, baik di tingkat duta besar, menteri, maupun kepala negara, sebelum acara di Sochi.
"Indonesia menyiapkan agen khusus untuk datang ke sini. Karena, konferensi ini sifatnya (kenegaraan). Sebelum menuju ke acara di Sochi, kami pun juga akan menggelar berbagai acara budaya di beberapa kota sehingga gaungan summit akan terasa di Rusia," tambah Djauhari.
Sementara itu, Tarusin menilai pentingnya hubungan antara Rusia-ASEAN. Terutama, berkaitan dengan investasi. Menurutnya, Rusia telah melakukan investasi di bidang ekonomi di negara-negara ASEAN sehingga mutlak untuk menjaga hubungan bilateral.
"Proyek Rusia di Vietnam (Big Tiger) sangat potensial dan bagus bagi Rusia. Di Indonesia pun, kami juga melakukan proyek kereta api (di Pulau Kalimantan). Kami melakukan lobi secara langsung dengan Vietnam maupun Indonesia," paparnya.
Tarusin menjelaskan pertemuan di Sochi sangat penting bagi komunitas bisnis. Namun, semuanya tergantung pada dukungan politik masing-masing negara.
"Kami telah melakukan Russia-ASEAN Travel. Proyek ini terbuka dan memberikan informasi bagi pencari kepentingan di ASEAN," tandasnya.
Di sisi lain, Sumsky menilai Rusia-ASEAN Summit menjadi penting. Pasalnya, ada berbagai isu tentang perdamaian dan identitas nasional.
"Saya kira Indonesia adalah rekan yang netral di Asia. Di ajang tersebut nantinya, ada upaya kooperatif dan benefisasi bagi setiap negara," jelas dia.
Terkait isu-isu penting yang akan dibahas setiap kepala negara pada Russia-ASEAN Summit, ketiga pembicara tidak mengutarakannya. Sumsky maupun Djauhari pun memastikan konferensi tingkat tinggi itu akan bermuara pada peningkatan investasi, perdamaian, dan keamanan bagi masing-masing negara. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved